BERITA

Pemerintah Siapkan Peta Jalan AI Nasional Cegah Deepfake dan Kejahatan Siber

0
×

Pemerintah Siapkan Peta Jalan AI Nasional Cegah Deepfake dan Kejahatan Siber

Sebarkan artikel ini
Wamenkomdigi Nezar Patria. (Humas Komdigi)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang pesat membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia, namun juga memunculkan risiko penyalahgunaan, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, dan konten deepfake.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pentingnya mitigasi terhadap kejahatan siber yang memanfaatkan teknologi AI, terutama deepfake yang semakin marak di ruang digital.

“Produk deepfake berbasis AI ini, ketika digunakan untuk melakukan kejahatan, sungguh luar biasa dapat menipu masyarakat,” ujar Nezar dalam keterangan terkait acara KUMPUL Connect for Change Summit 2025 di Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).

Nezar mengungkapkan, kerugian akibat penipuan berbasis AI telah mencapai Rp700 miliar, sehingga diperlukan langkah pencegahan yang kuat.

Ia menyampaikan, pemerintah saat ini sedang menyusun Peta Jalan AI Nasional yang akan menjadi panduan etis bagi pengembang teknologi kecerdasan buatan, agar produk yang dihasilkan transparan dan akuntabel.

“Kami mendorong semua pengembang untuk bersikap etis, transparan, dan akuntabel ketika mereka memproduksi platform berbasis AI,” tegas Nezar.

Menurutnya, masih banyak konten buatan AI yang tidak mencantumkan keterangan atau logo bahwa konten tersebut dihasilkan oleh teknologi AI, yang dinilai menyesatkan publik.

Selain memperkuat penegakan hukum melalui penerapan UU ITE, UU Pelindungan Data Pribadi (PDP), dan KUHP, Kemkomdigi juga menjalankan program edukasi publik dan literasi digital agar masyarakat lebih waspada terhadap konten deepfake.

“Dengan kombinasi kebijakan, pengawasan, dan edukasi, pemerintah berupaya menjaga ruang digital Indonesia agar tetap aman, etis, dan berkeadilan di tengah pesatnya kemajuan teknologi AI,” pungkasnya. (rdr)