JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah agar menempatkan dana kelebihan anggaran mereka di Bank Pembangunan Daerah (BPD) masing-masing, guna mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Saya sarankan ke mereka kalau bisa jangan ditaruh di bank pembangunan di pusat atau bank pemerintah pusat, tapi biarkan saja di BPD daerahnya,” ujar Purbaya saat Rapat Pengendalian Inflasi Daerah bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin.
Purbaya menyampaikan bahwa masih terdapat pemerintah daerah yang menempatkan dana lebih di bank pemerintah pusat, yang menyebabkan berkurangnya perputaran uang di daerah sehingga pengusaha lokal kesulitan mendapatkan pinjaman.
“Kalau uangnya di pusat, daerah kering, pebisnis dari daerah enggak bisa dapat pinjaman,” jelasnya.
Menurut Purbaya, pemerataan pembangunan ekonomi dan sektor finansial akan terhambat jika dana daerah terus disimpan di pusat.
“Kami kirim ke daerah dari pusat, ya dikirim lagi ke pusat. Di sana kering, di sini menumpuk uangnya. Jadi itu salah satu upaya meningkatkan efisiensi pengolahan uang yang berdampak optimal ke daerah,” tambahnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola BPD agar dapat lebih optimal dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kalau mereka ragu terhadap kinerja BPD-nya, ya dibetulkan BPD-nya, sehingga uangnya di daerah dan daerah tetap bisa tumbuh,” tutup Purbaya. (rdr/ant)






