PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat memastikan proses belajar mengajar di SD Negeri 30 V Koto tetap berjalan pascakebakaran yang terjadi pada Jumat (17/10) sekitar pukul 14.00 WIB.
“Proses belajar kami pindahkan ke SDN terdekat yang jaraknya hanya beberapa ratus meter dari lokasi kebakaran,” ujar Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Amirul Arief, di Parik Malintang, Minggu (19/10).
Ia menjelaskan, jumlah siswa di SDN 30 V Koto hanya 46 orang, sementara sekolah yang menjadi lokasi sementara memiliki sekitar 30 siswa. “Dengan total sekitar 80 siswa, kegiatan belajar mengajar bisa digabung sementara waktu,” tambahnya.
Untuk mendukung proses pembelajaran, Dinas Pendidikan telah meminta bantuan dari sekolah-sekolah terdekat lainnya untuk meminjamkan mobiler seperti meja dan kursi yang tidak terpakai.
“Senin besok, siswa sudah bisa kembali belajar. Kami pastikan kebakaran ini tidak mengganggu kelangsungan pendidikan mereka,” kata Amirul.
Ia menyebutkan, seluruh dokumen dan fasilitas belajar di sekolah tersebut hangus terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Padang Pariaman, Rifki Monrizal, mengatakan kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik.
“Saat kejadian, seluruh ruangan sekolah terbakar habis. Api berhasil dipadamkan oleh tim Damkar yang langsung turun ke lokasi,” jelas Rifki.
Sebelumnya, peristiwa kebakaran SDN 30 V Koto sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat api melahap sejumlah ruangan, disertai suara warga yang menyebutkan dugaan penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik. (rdr/ant)





