JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut kasus paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, sebagai alarm keras bagi Indonesia untuk memperkuat sistem pengawasan bahan berbahaya dan kesiapsiagaan lingkungan.
“Peristiwa ini menuntut respons terpadu, terukur, dan terkoordinasi dari seluruh elemen bangsa,” kata Hanif dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bahaya Radiasi di Mapolsek Cikande, Senin (13/10).
Hanif mengungkapkan, tingkat radiasi yang terdeteksi mencapai 33.000 mikrosievert per jam, atau sekitar 875.000 kali lipat dari radiasi normal. Sembilan pekerja telah dinyatakan terpapar radionuklida berdasarkan pemeriksaan Whole Body Counting oleh Kementerian Kesehatan.
“Mereka sudah diberi obat khusus dan kini dalam pemantauan,” ujarnya.
Pemerintah telah membentuk satuan tugas lintas kementerian untuk mempercepat penanganan kasus, berdasarkan Keputusan Menko Bidang Pangan Nomor 43 Tahun 2025. Zonasi kontaminasi telah dipetakan oleh BRIN dan diperbarui oleh BAPETEN.
Lebih dari 100 personel gabungan dari Korps Brimob Polri (KBRN), TNI AD, dan ahli dekontaminasi dari PT Grafika dilibatkan untuk pembersihan area terpapar.
“Dekontaminasi wajib mengikuti standar teknis BRIN dan diawasi langsung oleh BAPETEN. Lokasi juga harus ditutup dari akses publik demi keselamatan,” tegas Hanif.
Dalam aspek penegakan hukum, Hanif menyatakan tidak akan ada toleransi bagi pihak yang lalai.
“Saya minta proses hukum dipercepat untuk mengungkap sumber radiasi, baik dari impor scrap logam maupun kemungkinan pelimbahan domestik,” ujarnya.
Pemerintah juga mewajibkan pengelola kawasan industri mendukung pembangunan interim storage (penyimpanan sementara) limbah radioaktif di area PT Peter Metal Technology, yang ditargetkan beroperasi pada awal 2026.
Sebagai langkah pencegahan, KLHK menangguhkan sementara izin impor scrap besi dan baja hingga sistem pengawasan dinyatakan aman.
Hanif juga menekankan perlunya perlindungan sosial bagi masyarakat. Pemeriksaan kesehatan telah dilakukan terhadap hampir 1.600 pekerja dan warga sekitar, dan akan terus diperluas. Sosialisasi dan edukasi publik juga akan digencarkan melalui Tim KIE lintas lembaga.
“Kepercayaan dan partisipasi masyarakat jadi kunci keberhasilan penanganan,” kata Hanif.
Menutup arahannya, Hanif mengingatkan tim lapangan untuk memegang teguh tiga prinsip utama: disiplin, kolaborasi, dan keselamatan. (rdr/ant)






