SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 17 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mendaftar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
“Sejauh ini sudah ada 17 SPPG yang mendaftar dan saat ini masih dalam tahap persiapan sebelum mulai beroperasi,” kata Koordinator Wilayah BGN Pasaman Barat, Putri Geo Anggriani, di Simpang Empat, Kamis (10/10).
Dari jumlah tersebut, dua SPPG akan segera beroperasi dalam waktu dekat, yakni di Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, dan di Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur.
Putri juga menyebutkan satu SPPG di Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman—yang sempat beroperasi lebih awal melalui Yayasan Andalas Bumi Pasaman Barat—saat ini terhenti karena kendala teknis, namun direncanakan segera kembali beroperasi.
BGN menekankan pentingnya setiap dapur SPPG memiliki minimal satu chef atau juru masak bersertifikat untuk memastikan kualitas masakan. Selain itu, akan dilakukan uji kelayakan air oleh Dinas Kesehatan, sertifikasi jaminan makanan bagi karyawan, serta kewajiban dari pihak yayasan untuk mengurus sertifikat halal.
“Kami harap semua SPPG di Pasaman Barat dapat memenuhi persyaratan agar program ini berjalan aman dan tidak menimbulkan masalah ke depannya,” ujar Putri.
Program MBG ini akan dimulai dengan 1.000 porsi makanan bergizi per hari untuk siswa SD, SMP, dan SMA sederajat, dengan rencana perluasan ke seluruh kecamatan.
“Kami menargetkan minimal dua dapur SPPG di setiap kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di Pasaman Barat. Mitra pelaksana juga kami imbau agar tetap memperhatikan regulasi dan kelengkapan dapur agar makanan yang disajikan higienis dan halal,” pungkasnya. (rdr/ant)






