SAWAHLUNTO, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, melakukan skrining kesehatan gratis terhadap 4.280 remaja dari total 18.727 sasaran atau sekitar 22,85 persen populasi Gen Z di kota itu.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyebut bahwa data hasil skrining ini akan menjadi landasan untuk menyusun kebijakan kesehatan remaja yang lebih terarah dan berdampak.
“Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan dikaji oleh tim ahli untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan, anggaran, dan program pencegahan yang tepat dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Riyanda, Sabtu (5/10).
Hasil awal menunjukkan bahwa gangguan mental emosional, seperti kecemasan dan depresi, menjadi masalah paling dominan di kalangan remaja. Penyebabnya antara lain tekanan akademik, pengaruh media sosial, dan kekhawatiran terhadap masa depan.
Selain itu, ditemukan juga kasus obesitas, gangguan muskuloskeletal, serta indikasi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan kolesterol tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Sawahlunto, Ranu Vera Mardianti, mengatakan program pencegahan telah dirancang berdasarkan temuan ini.
“Langkah kami mencakup edukasi gizi seimbang di sekolah, pembatasan konsumsi makanan tinggi gula-lemak-garam, peningkatan aktivitas fisik, hingga layanan konseling mental. Targetnya, seluruh Gen Z di Sawahlunto sudah diskrining minimal satu kali dalam lima tahun ke depan,” jelasnya.
Program CKG juga menekankan peran keluarga dan sekolah. Orang tua diminta mengawasi pola tidur dan makan anak, serta mendampingi penggunaan digital. Sekolah didorong mengadopsi kurikulum kesehatan mental dan kegiatan fisik rutin.
Salah satu peserta, Abimayu, mengaku mendapat wawasan baru dari kegiatan ini.
“Awalnya saya kira kesehatan cuma soal fisik. Sekarang saya paham pentingnya menjaga kesehatan mental dan pola hidup sejak remaja,” ungkapnya.
Secara nasional, data Riskesdas 2023 mencatat prevalensi depresi remaja sebesar 6,2%, kecemasan 9,8%, obesitas 23%, dan hipertensi usia muda 8%. Angka ini sejalan dengan temuan CKG di Sawahlunto.
Program ini juga mendukung kebijakan nasional, khususnya Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan deteksi dini penyakit tidak menular dan kesehatan mental remaja.
Dengan capaian 22,85 persen, Sawahlunto melampaui rata-rata nasional (18%) dan provinsi Sumbar (20,3%), sekaligus menjadi model percepatan layanan preventif kesehatan remaja di daerah. (rdr/ant)




