KABUPATEN SOLOK

Pengukuhan LKAAM Kecamatan, Bupati Solok Soroti Peran Tokoh Adat Bangun Daerah

0
×

Pengukuhan LKAAM Kecamatan, Bupati Solok Soroti Peran Tokoh Adat Bangun Daerah

Sebarkan artikel ini
Bupati Solok Jon Firman Pandu menghadiri pengukuhan ketua LKAAM kecamatan. (Foto: Diskominfo Kabupaten Solok)

AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Bupati Solok, Jon Firman Pandu, yang juga menjabat sebagai Pucuak Undang Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok, menghadiri Rapat Kerja sekaligus Pengukuhan Ketua LKAAM Kecamatan se-Kabupaten Solok untuk masa bakti 2025–2030. Acara berlangsung di Ruang Pertemuan Solinda, Arosuka.

Sebanyak 14 Ketua LKAAM Kecamatan resmi dikukuhkan oleh Ketua LKAAM Kabupaten Solok, Gusmal Dt. Rajo Lelo. Hadir pula Ketua Dewan Penyantun LKAAM Kabupaten Solok, Iskan Novis Dt. Rajo Adie, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aida Herlina, serta jajaran pengurus LKAAM.

Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan, pengukuhan ini bertujuan memperkuat legalitas formal penyelesaian sengketa adat di tingkat kecamatan. “Banyak sengketa adat yang sebenarnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan di nagari, tapi justru dibawa ke ranah hukum. Dengan pengukuhan ini, kita harapkan bisa diselesaikan lebih bijak melalui LKAAM,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gusmal Dt. Rajo Lelo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat. “Sebagian tugas Bupati sebagai pembina kemasyarakatan juga melekat di LKAAM. Maka pemerintah dan LKAAM harus sejalan, ka bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun,” tegasnya.

Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah agar LKAAM bisa lebih berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan adat di masyarakat.

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan LKAAM dalam membangun daerah. “Insya Allah kolaborasi ini akan kita wujudkan. Kalau sudah bersama-sama, tentu banyak hal yang bisa kita berikan untuk generasi kita ke depan,” ungkapnya.

Bupati juga mengajak LKAAM turut serta dalam mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Solok. “Ini harus kita kelola sebaik-baiknya demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (rdr)