BERITA

BMKG: Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Guyur Sejumlah Kota Besar di Indonesia Hari Ini

0
×

BMKG: Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Guyur Sejumlah Kota Besar di Indonesia Hari Ini

Sebarkan artikel ini
ilustrasi hujan ringan. (dok. istimewa)
ilustrasi hujan. (dok. istimewa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan berbagai intensitas akan turun di sejumlah kota besar di Indonesia pada Rabu (1/10/2025).

Prakirawan cuaca BMKG, Maria Claudiana, menyampaikan bahwa di wilayah Sumatera, hujan ringan diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, dan Pangkal Pinang.

“Waspadai potensi hujan petir di wilayah Pekanbaru,” ujar Maria dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Selain itu, Palembang diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang, sementara Bandar Lampung berpotensi diguyur hujan disertai kilat atau petir.

Di wilayah Jawa, hujan ringan berpeluang terjadi di Serang, Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Warga Bandung dan Yogyakarta diimbau untuk mewaspadai kemungkinan hujan lebat disertai kilat atau petir.

Untuk kawasan Bali dan Nusa Tenggara, Kupang diprakirakan cerah berawan, sementara Mataram dan Denpasar cenderung berawan hingga berawan tebal.

Di Kalimantan, hujan ringan diprediksi turun di Pontianak, Samarinda, dan Palangka Raya, sedangkan Tanjung Selor dan Banjarmasin berpotensi mengalami hujan disertai petir.

Sementara itu di wilayah Sulawesi, Makassar dan Kendari diperkirakan berawan tebal. Hujan ringan kemungkinan terjadi di Mamuju, Palu, Gorontalo, dan Manado.

Untuk kawasan Indonesia Timur, Ambon diprakirakan berawan, sedangkan hujan ringan berpeluang terjadi di Ternate, Manokwari, dan Jayawijaya.

“Potensi hujan sedang diperkirakan terjadi di Sorong, Nabire, dan Jayapura. Waspadai pula potensi hujan disertai petir di Merauke,” tambah Maria.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, serta mempersiapkan diri menghadapi potensi gangguan aktivitas akibat hujan lebat dan petir, terutama di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi. (rdr/ant)