SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kebersihan rumah dan lingkungan menyusul lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah merenggut dua nyawa sepanjang September 2025.
“Kami mencatat ada 44 kasus DBD pada bulan ini, dengan dua orang meninggal dunia. Ini harus menjadi perhatian semua pihak, karena penanganannya butuh keterlibatan masyarakat secara langsung,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, di Simpang Empat, Minggu (28/9).
Secara kumulatif, dari Januari hingga September 2025, tercatat 247 kasus DBD dengan total tiga korban meninggal dunia. Khusus untuk Kecamatan Sungai Aur, status Kejadian Luar Biasa (KLB) telah ditetapkan sejak 19 September hingga 16 Oktober 2025.
Menanggapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan bersama puskesmas telah melakukan berbagai upaya pengendalian, seperti:
- Penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kasus
- Pengasapan (fogging) di permukiman padat
- Pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
- Edukasi dan pembinaan masyarakat agar menjaga lingkungan bebas jentik
- Evaluasi efektivitas intervensi lapangan secara berkala
Gina menegaskan bahwa upaya pengendalian DBD tidak cukup hanya dengan fogging atau pendampingan dari petugas kesehatan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sangat krusial dalam mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengeluarkan Surat Imbauan Nomor 440/22/Dinkes-P2P/2025, yang berisi enam poin penting:
- Melaksanakan gotong royong atau kerja bakti rutin di tingkat kecamatan, nagari, dan lingkungan rumah.
- Melakukan 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
- Menerapkan gerakan “Satu Rumah Satu Jumantik”.
- Mengurangi tempat nyamuk beristirahat, seperti tidak menggantung pakaian, memasang kasa nyamuk, dan menggunakan kelambu.
- Meminta camat, wali nagari, dan puskesmas untuk bersinergi dalam pengawasan dan sosialisasi.
- Mengajak sekolah-sekolah ikut serta dalam pemberantasan sarang nyamuk.
“Artinya, peran aktif masyarakat sangat diperlukan. Petugas kami di lapangan siap mendampingi warga untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan sehat,” tegas Gina. (rdr/ant)






