JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – dr. Dimple Nagrani, Sp.A, dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, menekankan pentingnya bagi ibu untuk memahami arti tangisan bayi sebagai sinyal ketidaknyamanan si kecil.
“Tangisan bayi itu normal, tapi tiap tangisan bisa bermakna berbeda. Ibu harus mulai belajar mengenali apa yang bayi sampaikan lewat tangisannya,” ujar dr. Dimple dalam diskusi di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, bayi bisa menangis karena berbagai alasan, seperti overstimulasi lingkungan, kembung, atau iritasi kulit. Bayi yang merasa gatal atau tidak nyaman sulit mengekspresikan keluhan selain melalui tangisan. Sentuhan lembut dapat menenangkan bayi yang rewel.
Untuk bayi yang kembung, dr. Dimple menyarankan orang tua menggendong bayi dalam posisi tegak dan membantu bayi sendawa dengan menepuk atau mengusap punggungnya secara perlahan.
Ia juga mengingatkan bahwa selama sembilan bulan di dalam kandungan, bayi berada dalam lingkungan hangat, gelap, dan nyaman, yang berubah drastis saat lahir ke dunia penuh stimulasi berbeda. Perubahan ini membuat bayi perlu menyesuaikan diri, dan tangisan menjadi cara utama mereka berkomunikasi dengan orangtua. (rdr/ant)






