PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis mengungkapkan bahwa daerah yang dipimpinnya masih menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB), meskipun capaian realisasinya telah melebihi target.
“Masih ada kendala, terutama keterbatasan tenaga medis untuk layanan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP),” kata John Kenedy Azis saat kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) tingkat Sumatera Barat yang dipusatkan di Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kamis.
Padang Pariaman saat ini ditetapkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai salah satu wilayah prioritas KBKR. Penetapan ini dilakukan karena daerah tersebut masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, kekurangan tenaga medis, serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang kontrasepsi.
Meski begitu, John menegaskan bahwa Pemkab Padang Pariaman tetap berkomitmen penuh untuk menyukseskan program KBKR.
“Berkat komitmen tersebut, hingga September ini kami telah mencapai 1.613 akseptor, atau 110,63 persen dari target yang ditetapkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tujuan utama dari pelaksanaan program ini adalah untuk mendekatkan layanan KB kepada masyarakat, menurunkan angka stunting, dan membangun keluarga yang berkualitas.
“Semoga ikhtiar ini dimudahkan Allah SWT,” ujarnya.
Dalam upaya menyukseskan program KBKR di tengah berbagai kendala, John meminta dukungan dari BKKBN dan lintas sektor seperti TNI, Polri, serta Kementerian Agama agar hambatan yang ada bisa diatasi bersama.
Selain itu, ia juga menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai program unggulan BKKBN, seperti:
- Gerakan Ayah Teladan Indonesia, yang telah direalisasikan melalui 378 kegiatan.
- Program Lansia Berdaya, melalui Sekolah Lansia Sapa Marwa.
- Taman Asuh Sayang Anak (TASA), dengan dua Tempat Penitipan Anak (TPA) aktif.
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, yang telah menjangkau 830 anak dari 957 anak berisiko stunting di Padang Pariaman. (rdr/ant)





