JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah tengah menyusun peta jalan kecerdasan buatan (AI) nasional sebagai upaya mengantisipasi dampak sosial dan etika dari pesatnya perkembangan teknologi AI.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyebutkan bahwa dokumen ini akan menjadi pedoman dalam membangun ekosistem AI yang etis, bertanggung jawab, dan kompetitif secara global.
“Visi kecerdasan artifisial Indonesia adalah mewujudkan ekosistem AI yang etis dan bertanggung jawab, serta memperkuat daya saing global menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Nezar dalam dialog publik di Kantor RRI, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).
Nezar menyoroti bahwa produk-produk berbasis AI kini membanjiri pasar teknologi global, dengan intensitas interaksi manusia dan mesin yang kian meningkat. Fenomena “synthetic relationship”, yaitu keterikatan emosional antara manusia dan AI, menjadi tantangan baru di era digital.
“Ada manusia yang jatuh cinta dengan mesin AI, bahkan sampai kehilangan nyawa karena menganggap mesin itu seperti manusia. Dan itu bukan fiksi—itu fakta hari ini,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, AI generatif kini mampu menciptakan sosok virtual yang tampak nyata, bisa berinteraksi, memberikan masukan, bahkan menghadirkan sentuhan emosional yang hangat, seolah-olah manusia sungguhan.
Pemerintah menyusun peta jalan AI nasional untuk menciptakan keseimbangan antara inovasi teknologi dan tanggung jawab etis, sekaligus mendukung berbagai Program Prioritas Nasional.
“Dokumen ini dirancang untuk menumbuhkan iklim riset dan investasi AI, menciptakan ekosistem kolaboratif, dan menyiapkan use case untuk prioritas nasional,” jelas Nezar.
Selain menjadi dasar regulasi, peta jalan ini diharapkan menjadi pijakan strategis lintas sektor, termasuk untuk pengembangan talenta digital dan keamanan data. (rdr/ant)






