PARIAMAN

Tingkatkan Daya Tarik Pulau Bando, Pariaman Ajukan Kapal Katamaran ke Kemenpar

0
×

Tingkatkan Daya Tarik Pulau Bando, Pariaman Ajukan Kapal Katamaran ke Kemenpar

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Sumbar Ferialdi. ANTARA/Aadiaat M. S.

PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat, mengajukan permintaan kapal katamaran kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) guna menunjang pengembangan wisata bahari di Pulau Bando serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Dengan kapal katamaran, kami tidak hanya menyasar wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara,” kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, di Pariaman, Selasa (24/9).

Ia menjelaskan, kapal katamaran yang dilengkapi dengan lambung kaca memungkinkan wisatawan menikmati keindahan terumbu karang tanpa harus menyelam, menjadikan pengalaman wisata lebih menarik dan ramah bagi semua kalangan.

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Pengunjung Objek Wisata, Pemko Pariaman Siapkan sejumlah Lokasi Parkir

Pulau Bando, yang berada di kawasan konservasi perairan nasional Pulau Pieh, memiliki terumbu karang yang masih terjaga baik. Keindahan bawah lautnya menjadi daya tarik utama wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara yang selama ini mengakses lokasi dari Tiram, Kabupaten Padang Pariaman.

“Rencananya, kapal katamaran ini akan disiagakan di Pulau Bando. Sementara wisatawan tetap akan diberangkatkan dari Pariaman menggunakan kapal milik masyarakat agar roda ekonomi lokal tetap berputar,” jelasnya.

Selain kapal, Pemko Pariaman juga mengajukan permintaan perlengkapan snorkeling dan diving untuk mendukung aktivitas wisata bawah laut.

Baca Juga  Waspadai Lonjakan COVID-19, Pakar Rekomendasikan 5 Langkah India untuk Indonesia

Kunjungan ke Kemenparekraf dilakukan pada Jumat (19/9) lalu, dengan sejumlah usulan lainnya seperti pembangunan dermaga apung di Pulau Angso Duo, penataan pedagang di Pantai Gandoriah, serta peningkatan infrastruktur pendukung pariwisata.

Ferialdi menambahkan, pihaknya juga mengusulkan agar Hoyak Tabuik—festival budaya khas Pariaman—kembali dimasukkan ke dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang digagas Kemenparekraf.

“Pariaman saat ini mengembangkan diri sebagai kota wisata, dengan sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat. Karena itu, dukungan pusat sangat kami butuhkan,” tegasnya. (rdr/ant)