PASAMAN BARAT

Pemkab Pasaman Barat Catat 105 Kasus Gigitan Hewan, Warga Diimbau Waspadai Rabies

2
×

Pemkab Pasaman Barat Catat 105 Kasus Gigitan Hewan, Warga Diimbau Waspadai Rabies

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi petugas kesehatan hewan di Pasaman Barat melakukan suntik Vaksin Anti Rabies (VAR) terhadap hewan peliharaan masyarakat di daerah itu karena maraknya Gigitan Hewan Peliharaan Rabies (GHPR). Antara/Altas Maulana.

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengalami gigitan hewan peliharaan, guna mengantisipasi penularan rabies.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat, Afrizal, menyebutkan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2025, tercatat 105 kasus gigitan hewan terhadap manusia.

“Dari kasus tersebut, kami telah memberikan sekitar 3.500 dosis vaksin rabies untuk hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kelinci,” ujar Afrizal di Simpang Empat, Minggu (21/9), didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan Ikhsan.

Ia memastikan bahwa hingga akhir tahun, stok vaksin rabies masih mencukupi dengan sisa 400 dosis yang tersedia.

Edukasi dan Karantina Hewan Diperketat

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ikhsan, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kepada komunitas olahraga buru babi yang memiliki potensi interaksi langsung dengan hewan pembawa rabies.

Ia mengingatkan, jika terjadi gigitan oleh hewan penular rabies seperti anjing, kucing, atau monyet, masyarakat diharapkan segera melapor ke petugas hewan terdekat atau puskesmas.

“Hewan yang menggigit harus segera dikurung dan diberi vaksin. Jika hewan itu mati dalam masa karantina 14 hari, sampel akan dikirim ke laboratorium hewan di Bukittinggi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Ikhsan.

Selain itu, korban gigitan juga akan diberikan vaksin anti-rabies oleh petugas kesehatan. Langkah awal yang penting adalah mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun.

Tenaga Medis dan Data Populasi Hewan

Saat ini, Pasaman Barat memiliki enam dokter hewan dan 16 paramedis yang bertugas di puskeswan.

Ikhsan juga memaparkan data populasi hewan ternak di Pasaman Barat pada 2024, yaitu:

  • Sapi: 23.420 ekor
  • Kerbau: 1.081 ekor
  • Kambing: 15.649 ekor
  • Domba: 31 ekor
  • Babi: 265 ekor
  • Ayam buras: 331.510 ekor
  • Ayam petelur: 923.662 ekor
  • Ayam ras pedaging: 1.447.488 ekor
  • Itik: 26.202 ekor
  • Burung puyuh: 12.500 ekor
  • Kelinci: 478 ekor
  • Anjing: 26.112 ekor

Pemkab terus mengupayakan langkah preventif melalui vaksinasi, edukasi, serta peningkatan kapasitas layanan kesehatan hewan untuk menghindari potensi penyebaran rabies di wilayah tersebut. (rdr/ant)