LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Gunung Marapi yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (21/9) pukul 16.24 WIB, menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.000 meter (1 km) dari puncak.
“Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,5 milimeter dan durasi sekitar 41 detik,” ujar petugas Pos Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Purnomo, di Padang.
Dari laporan PGA, kolom abu berwarna kelabu tebal dengan arah sebaran condong ke selatan.
Hingga kini, Gunung Marapi masih berstatus Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas erupsi.
PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lahar dingin, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu dari puncak gunung.
“Masyarakat diimbau waspada, terutama saat hujan. Tumpukan material erupsi dapat terbawa air hujan dan memicu banjir lahar dingin,” kata Teguh.
Warga juga diminta menggunakan masker jika terjadi hujan abu untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA).
PVMBG menekankan bahwa kondisi ini sangat rentan, terutama pada musim hujan, dan dapat menimbulkan bencana seperti banjir lahar dingin yang terjadi pada 11 Mei 2024, yang menewaskan puluhan warga. (rdr/ant)






