KABUPATEN SOLOK

Masuk Nominasi Nasional, TBM Taman Ilmu Paninjauan Kabupaten Solok Disambangi Tim Penilai dari Perpusnas

1
×

Masuk Nominasi Nasional, TBM Taman Ilmu Paninjauan Kabupaten Solok Disambangi Tim Penilai dari Perpusnas

Sebarkan artikel ini
Tim penilai dari Perpustakaan Nasional RI melakukan visitasi ke TBM Taman Ilmu di Nagari Paninjauan, Kabupaten Solok. (Foto: Diskominfo Kabupaten Solok)

AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Taman Ilmu H. Abdul Moeis Hj. Syamsiar, yang terletak di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, mewakili Sumatera Barat dalam ajang Lomba Perpustakaan Masyarakat Tingkat Nasional 2025.

Tim Penilai dari Perpustakaan Nasional RI melakukan visitasi ke TBM tersebut pada Kamis (18/9/2025). Tim terdiri atas Maman Suherman, Endang Tri Hastuti, Arin Verrinca, dan Nurul Asuwana.

Kedatangan tim disambut secara resmi oleh Pemkab Solok yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Syafrudin, bersama sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Solok, Zulmarnus, menyebut TBM Taman Ilmu sebagai yang terbaik di daerahnya. “TBM ini bukan hanya tempat membaca, tetapi juga telah menjadi pusat literasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Solok, dalam sambutan yang dibacakan oleh Syafrudin, mengapresiasi kerja keras pengelola TBM dan berharap kehadirannya terus mendorong budaya literasi di tengah masyarakat.

Pengelola TBM, Esi, memaparkan sistem pengelolaan dan sejumlah program inovatif yang dijalankan, termasuk kolaborasi dengan Universitas Negeri Padang dalam mengolah limbah kulit kopi menjadi sabun. Program ini menjadi bukti bahwa TBM juga mampu menjadi pusat inovasi lokal.

Ketua Tim Penilai, Maman Suherman, menyatakan bahwa TBM ini berhasil masuk nominasi nasional setelah menyisihkan lebih dari 2.000 TBM lainnya di seluruh Indonesia. “Taman Ilmu ini lolos karena memiliki keunikan dan memenuhi delapan indikator utama serta 26 poin penilaian,” ujarnya.

Visitasi ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa taman bacaan masyarakat bisa menjadi kekuatan literasi sekaligus pusat transformasi sosial di tingkat nagari. (rdr)