PASAMAN

Revitalisasi 34 Sekolah di Pasaman Dimulai, Pemkab Dapat Bantuan Rp15,06 Miliar

5
×

Revitalisasi 34 Sekolah di Pasaman Dimulai, Pemkab Dapat Bantuan Rp15,06 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gedung sekolah di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat yang rusak. ANTARA/Heri Sumarno

LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menerima bantuan sebesar Rp15,06 miliar dari pemerintah pusat untuk program revitalisasi bangunan sekolah. Bantuan tersebut diberikan melalui program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari upaya intensif dan kerja keras dalam melobi pemerintah pusat, sekaligus menjawab harapan lama masyarakat Pasaman akan fasilitas pendidikan yang layak.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras kita, tahun ini Pemkab Pasaman memperoleh bantuan revitalisasi bangunan sekolah senilai Rp15,06 miliar,” ujar Welly di Lubuk Sikaping, Selasa (16/09/2025).

Dana tersebut akan digunakan untuk merevitalisasi 34 sekolah, yang terdiri dari 2 Taman Kanak-kanak (TK), 24 Sekolah Dasar (SD), dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Pasaman.

Welly menekankan bahwa pencapaian ini tidak datang secara instan. Pemkab Pasaman telah menyiapkan data, dokumen legalitas, serta melakukan koordinasi intensif ke kementerian dalam beberapa bulan terakhir.

“Revitalisasi sekolah bukan hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak kita, agar mereka bisa belajar di ruang yang aman, nyaman, dan bermutu,” tegasnya.

Dana sebesar Rp15,06 miliar ini akan disalurkan dalam dua tahap, yakni Rp4,78 miliar pada tahap pertama dan Rp10,28 miliar pada tahap kedua. Saat ini, tahap pertama telah berjalan, mencakup pembangunan di 10 SD dan 5 SMP.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Gunawan, menjelaskan bahwa seluruh usulan dilakukan berdasarkan data riil dari Dapodik dan hasil verifikasi lapangan.

“Semua pembangunan dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah, dengan pendampingan dari dinas, agar tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi siswa,” ujarnya.

Gunawan menilai, keberhasilan ini merupakan bukti dari kepemimpinan yang visioner dan sinergis dengan pemerintah pusat.

“Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto kini dirasakan langsung oleh masyarakat Pasaman,” tambahnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan wajah pendidikan Pasaman akan berubah ke arah yang lebih baik.

“Anak-anak kita tidak lagi belajar di ruang reyot, melainkan di sekolah yang membawa harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya. (rdr/ant)