PADANG, RADARSUMBAR.COM – Universitas Andalas (Unand) menggelar kuliah umum bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., di Convention Hall Kampus Limau Manis, Selasa (16/9).
Kuliah umum ini mengangkat tema komersialisasi gambir dan dampaknya bagi perekonomian Indonesia, sekaligus mendorong generasi muda mengambil peran dalam menciptakan peluang kesuksesan.
Wakil Rektor IV Unand, Prof. Henmaidi, Ph.D., menyampaikan Unand berhasil mencatatkan diri sebagai perguruan tinggi dengan jumlah hak paten terbanyak di Indonesia selama tiga tahun terakhir.
Menurutnya, tantangan terbesar bagi peneliti bukan hanya menghasilkan produk, melainkan bagaimana menyalurkannya hingga sampai ke tangan konsumen.
“Universitas tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Henmaidi menegaskan potensi gambir sangat besar. Selama ini, komoditas tersebut dipasarkan dalam bentuk mentah dengan harga rendah.
Padahal, dengan dukungan teknologi dan industri pengolahan, nilai jualnya bisa meningkat berkali-kali lipat sehingga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan Sumatera Barat menyumbang 64 persen suplai gambir dunia.
Menurutnya, bila dikelola secara serius, Sumbar berpotensi menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi di Indonesia.
“Kita punya peluang menjadikan Sumatera Barat sebagai pengendali gambir dunia, dan Universitas Andalas dapat mengawal upaya besar ini,” tegasnya.
Ia mencontohkan produk-produk bernilai tambah dari gambir, mulai dari skincare, tinta hingga sirih, yang sudah dikembangkan pabrik terbaik di negara seperti India dan Jepang.
Untuk itu, ia mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan berani membuka usaha dan mengambil bagian dalam pengembangan komoditas strategis tersebut.
“Jika Anda bermain-main hari ini, penderitaan akan menjemputmu di tahun-tahun kemudian. Tapi jika Anda berjuang dari hari ini, kebahagiaan hampir pasti menjemputmu lima belas tahun kemudian,” pesannya kepada mahasiswa.
Amran menekankan, mimpi besar yang disertai konsistensi tindakan adalah kunci menuju kesuksesan.
Dengan semangat itu, ia berharap anak muda Sumbar berani menjadi pelaku utama dalam industri gambir sehingga daerah ini benar-benar bisa tampil sebagai pusat pengendali komoditas dunia. (rdr)






