JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan Israel terhadap pimpinan Hamas di Doha, Qatar, dan kembali menyerukan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera menghentikan agresi militer Israel terhadap Gaza.
“Indonesia mengecam agresi ini dan kembali mengulangi seruannya kepada DK PBB untuk segera mengambil tindakan tegas menghentikan tindakan Israel dan menjamin akuntabilitas,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI melalui platform X, Rabu (10/9).
Kemlu menilai serangan Israel ke ibu kota Qatar pada Selasa (9/9) sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, pelanggaran terhadap kedaulatan negara, serta ancaman besar bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.
Indonesia juga menyatakan dukungan penuh terhadap Pemerintah dan rakyat Qatar dalam merespons serangan tersebut secara diplomatis dan damai.
“Indonesia menegaskan kembali solidaritasnya terhadap Pemerintah dan rakyat Qatar, serta komitmen untuk mendukung semua upaya diplomatik demi tercapainya penyelesaian adil dan damai yang berkelanjutan di Timur Tengah berdasarkan Solusi Dua-Negara,” lanjut pernyataan tersebut.
Israel telah mengonfirmasi bertanggung jawab atas operasi militer yang menargetkan pemimpin Hamas di Doha. Operasi tersebut dilakukan saat sejumlah petinggi Hamas tengah berada di Qatar untuk membahas gencatan senjata di Gaza.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut bahwa operasi tersebut merupakan misi sepenuhnya mandiri oleh Israel.
“Israel yang memulai, Israel yang melaksanakan, dan Israel yang bertanggung jawab penuh,” tulis pernyataan resmi pemerintah Israel melalui platform X.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan kecaman keras atas serangan tersebut, menyebutnya sebagai “aksi pengecut” yang menargetkan kawasan permukiman di Doha.
Qatar menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan yang mengancam keamanan negara dan kawasan, serta tengah melakukan penyelidikan tingkat tinggi terhadap insiden itu. (rdr/ant)






