BERITA

7 Pekerja Terjebak Longsor, Freeport Hentikan Operasi Tambang Bawah Tanah

0
×

7 Pekerja Terjebak Longsor, Freeport Hentikan Operasi Tambang Bawah Tanah

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Haul Truck dioperasikan di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua Tengah. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye/15

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) menghentikan sementara aktivitas penambangan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, usai insiden longsor material basah yang terjadi pada Senin (8/9) malam.

“Operasional penambangan telah dihentikan sementara untuk memprioritaskan pembersihan jalur akses dan evakuasi yang aman bagi tujuh pekerja kontraktor,” kata VP Corporate Communications Freeport Indonesia, Katri Krisnati, Selasa (9/9).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 WIT ketika terjadi aliran material basah (wetmuck) dalam jumlah besar di area panel GBC. Longsoran itu menutup akses ke area tertentu dan membatasi jalur evakuasi bagi tujuh pekerja.

Lokasi para pekerja sudah diketahui dan diyakini dalam kondisi aman. Tim evakuasi kini fokus membuka akses agar para pekerja dapat segera dievakuasi.

“Seluruh pekerja lainnya dalam kondisi aman. Kebutuhan logistik untuk para pekerja terdampak juga telah disiapkan,” ujar Katri.

Di area tambang bawah tanah, Freeport Indonesia telah menyiapkan chamber atau ruang perlindungan darurat yang dilengkapi suplai udara bersih, logistik, serta fasilitas komunikasi untuk menghadapi situasi kritis seperti kebakaran, longsoran, atau paparan gas berbahaya.

Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, mengatakan pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan manajemen PTFI untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

“Informasi dari pengamanan internal Freeport, ada tujuh orang yang terjebak sejak Senin malam pukul 22.00 WIT. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa. Semoga semuanya selamat dan bisa segera dievakuasi,” ujar Firman. (rdr/ant)