BERITA

KPAI Ungkap Lonjakan Kasus Filisida oleh Ibu, Tekanan Hidup jadi Pemicu

0
×

KPAI Ungkap Lonjakan Kasus Filisida oleh Ibu, Tekanan Hidup jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
Barang bukti pakaian korban yang ditemukan di dalam sumur yang dijadikan lokasi mengubur tubuh Cika. (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa pelaku utama kasus pembunuhan anak oleh orang tua (filisida) di Indonesia sepanjang tahun 2024 sebagian besar dilakukan oleh ibu kandung korban, atau disebut filisida maternal.

“Kalau melihat data 2024, mayoritas pelaku filisida di Indonesia adalah ibu kandung,” ujar anggota KPAI Diyah Puspitarini, saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/9).

Diyah menambahkan, faktor dominan pemicu filisida maternal adalah tekanan ekonomi dalam keluarga, meskipun tidak menutup kemungkinan ada penyebab lain seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tekanan mental, dan minimnya dukungan sosial.

“Ini sungguh memprihatinkan. Kami berharap masyarakat bisa lebih waspada, dan segera mencari bantuan jika menghadapi tekanan ekonomi atau psikologis,” tegas Diyah.

Dua Kasus Filisida Maternal Terbaru

Kabupaten Bandung, Jawa Barat (5 September 2025)
Seorang ibu berinisial EN (34) ditemukan gantung diri di rumah kontrakan di Banjaran. Dua anaknya yang berusia 9 tahun dan 11 bulan ditemukan tewas diduga akibat diracun oleh ibunya. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suaminya yang baru pulang kerja. Polisi menemukan surat wasiat dari EN yang berisi curahan hati soal beban hidup dan konflik dengan suami.

Kabupaten Batang, Jawa Tengah (30 Juli 2025)
Seorang ibu berinisial VM (31) diduga menenggelamkan dua anak perempuannya yang berusia 6 dan 3 tahun ke laut di Pantai Sigandu. VM kemudian ditemukan dalam kondisi linglung bersembunyi di toilet portabel tak jauh dari lokasi.

Kedua anak ditemukan meninggal dunia, sementara VM selamat setelah terseret ombak ke tepi pantai.

KPAI menegaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda tekanan emosional atau depresi pada orang tua, serta mendorong keluarga untuk mendapatkan bantuan profesional jika mengalami masalah serius. (rdr/ant)