SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan yayasan penyelenggara agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjangkau siswa di wilayah terisolir.
Bupati Pasaman Barat Yulianto menyampaikan hal itu saat peluncuran Program MBG oleh Yayasan Andalas Bumi Pasaman Barat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Senin (8/9).
“Kami berharap daerah-daerah terisolir menjadi perhatian. Penempatan SPPG dekat wilayah itu perlu diperhatikan, termasuk metode distribusinya,” ujar Yulianto.
Ia menambahkan, jika kondisi geografis menyulitkan distribusi, maka dapur MBG bisa didirikan di dekat lokasi sasaran atau menggunakan moda transportasi alternatif seperti sepeda motor.
“Kita akan terus koordinasi dengan BGN agar distribusi MBG ini merata,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas gizi, kebersihan, dan ketepatan waktu pemberian makan bagi siswa penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Syamsul Bahri, menyebut total sasaran program MBG di daerah itu mencapai 76.423 siswa, yang terdiri dari:
- PAUD: 8.723 siswa
- SD: 52.185 siswa
- SMP: 15.515 siswa
Yulianto juga menyampaikan bahwa SPPG di Kecamatan Sungai Aur dijadwalkan akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. (rdr/ant)






