LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Bupati Agam, Sumatera Barat, Benni Warlis, menegaskan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat perlindungan dan pendidikan anak dalam upaya mencegah kekerasan terhadap anak di daerah.
“Al-Qur’an telah menegaskan: Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kami-lah yang memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu (QS. Al-Isra: 31),” ujar Benni saat menghadiri sosialisasi Masjid Ramah Anak di Masjid Al Hikmah, Lubuk Basung, Senin (8/9).
Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa anak adalah amanah yang wajib dijaga dan dilindungi, bukan dijadikan korban kekerasan fisik, psikis, maupun sosial.
“Anak adalah generasi penerus yang harus tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan berakhlak. Saya mendorong semua pihak untuk meningkatkan kepedulian dan menciptakan lingkungan yang ramah anak,” katanya.
Bupati Benni berharap gerakan Masjid Ramah Anak bisa menjadi titik awal kesadaran kolektif masyarakat dalam membangun peradaban yang peduli terhadap hak dan masa depan anak-anak.
“Jika masjid kita jadikan basis perlindungan dan pendidikan, insya Allah akan lahir generasi Agam yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Masjid sebagai Rumah Kedua Anak
Benni menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak—tempat yang aman, nyaman, serta menjadi pusat pembinaan akhlak dan ilmu pengetahuan.
Konsep ini, lanjutnya, sejalan dengan sejumlah program unggulan Pemkab Agam seperti:
Bangkik dari Surau, yang menjadikan masjid dan surau sebagai pusat pembinaan karakter generasi muda.
Nagari Creative Hub berbasis masjid, sebagai ruang ekspresi dan pengembangan kreativitas remaja dalam bidang agama, keterampilan, literasi digital, hingga pengembangan bakat.
Sawah Pokok Murah, mendukung ketahanan keluarga agar anak tumbuh dalam suasana harmonis.
Program 100 Entrepreneur Muda, untuk mencetak generasi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
“Melalui integrasi program ini, kami ingin mewujudkan Kabupaten Agam sebagai lingkungan yang benar-benar ramah anak,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat—orang tua, guru, tokoh agama, tokoh adat, hingga aparat pemerintahan—bersama-sama menjadi benteng perlindungan bagi anak-anak.
“Melindungi anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” pungkasnya. (rdr/ant)






