LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami erupsi pada Minggu (8/9) malam pukul 20.16 WIB.
Petugas Pos Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, melaporkan bahwa erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi ±1.200 meter di atas puncak atau sekitar 4.091 meter di atas permukaan laut. Letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi sekitar 54 detik.
“Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah timur laut,” ujarnya.
Gunung Marapi saat ini masih berstatus Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif (Kawah Verbeek).
PVMBG juga memperingatkan potensi bahaya lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung. Risiko meningkat terutama saat hujan turun deras.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta untuk menggunakan masker untuk mencegah gangguan saluran pernapasan. Selain itu, masyarakat diimbau waspada terhadap tumpukan material letusan yang bisa terbawa air hujan dan memicu banjir lahar dingin.
“Banjir lahar dingin sangat berpotensi terjadi, terutama saat hujan intensitas tinggi, seperti kejadian pada 11 Mei 2024 lalu yang menewaskan puluhan orang,” imbuhnya. (rdr/ant)






