AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menegaskan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Pendidikan agama bukan sekadar mengajarkan bacaan Al-Qur’an atau hafalan hadits, tapi juga membentuk moral dan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi insan yang beriman dan berbudi pekerti luhur,” kata Wakil Bupati Solok, Candra, di Solok, Minggu (7/9), saat menghadiri pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAI) Kabupaten Solok.
Ia menyebut, pengukuhan DPD AGPAI yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum refleksi bagi para guru PAI untuk menjadi teladan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Semoga AGPAI Kabupaten Solok mampu menjadi motor penggerak dalam melahirkan generasi yang unggul secara akhlak, cerdas secara intelektual, dan tangguh menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ketua AGPAI Provinsi Sumatera Barat, Rimefli, mengapresiasi semangat dan kekompakan para guru PAI di Kabupaten Solok. Ia berharap AGPAI dapat memperkuat profesionalisme guru PAI dalam menjalankan perannya.
Sementara itu, Ketua DPD AGPAI Kabupaten Solok, Bukhari, menyebut pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi dan membangun sinergi antar guru PAI se-Kabupaten Solok.
“Dengan koordinasi yang solid, kita bisa menjalankan program-program unggulan yang berdampak langsung pada perkembangan akademik dan spiritual peserta didik,” kata Bukhari.
Guru PAI tingkat Sekolah Dasar, Yuliana, turut menyambut positif acara tersebut. Menurutnya, pesan dari Wabup sangat menggugah semangat para guru dan memberikan energi baru.
“Perhatian dari pemerintah ini menambah kepercayaan diri kami sebagai pendidik. Semangat kolaborasi seperti ini akan memperkuat peran pendidikan agama sebagai pondasi utama dalam membentuk generasi yang unggul,” ujarnya. (rdr/ant)






