AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, menyerahkan bantuan irigasi kepada 102 kelompok tani sebagai upaya menjamin ketersediaan dan distribusi air bagi lahan pertanian. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta hasil panen para petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, mengatakan bantuan ini menjadi solusi atas masalah kekeringan yang kerap melanda wilayah pertanian, terutama saat musim kemarau.
“Bantuan ini sejalan dengan delapan program prioritas Presiden RI, salah satunya kemandirian dan ketahanan pangan,” ujar Medison saat penyerahan bantuan, Sabtu (7/9).
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Solok memiliki potensi pertanian yang besar, dengan sekitar 22.000 hektare lahan sawah, 13.000 hektare lahan bawang merah, dan ribuan hektare hortikultura lainnya.
Menurutnya, berbagai langkah strategis telah dilakukan oleh Bupati Solok untuk mendukung ketahanan pangan, termasuk koordinasi dengan BNPB dan BMKG dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca saat kemarau panjang, yang berhasil mendatangkan hujan ke daerah tersebut.
Tak hanya itu, Presiden RI melalui Bappenas juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp23 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan pertanian di kawasan Lembah Gumanti. Sementara, anggaran optimasi irigasi pertanian yang telah disalurkan untuk 102 kelompok tani ini mencapai lebih dari Rp9 miliar.
“Kami juga menyerahkan buku tabungan dari Bank Syariah Indonesia Cabang Solok untuk setiap kelompok tani sebagai penyaluran resmi bantuan irigasi ini,” tambahnya.
Medison mengingatkan agar para penyuluh pertanian mendampingi kelompok tani secara aktif agar pelaksanaan program berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Imran Syahrial, menambahkan bahwa saat ini Kabupaten Solok masih dalam kondisi surplus pangan. Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen mendukung program nasional swasembada pangan.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah optimalisasi lahan pertanian melalui perbaikan irigasi serta peningkatan kapasitas petani, termasuk dengan menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Optimasi Lahan Non Rawa Tahun Anggaran 2025. (rdr/ant)






