JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memasilitasi Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bertemu Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di kediamannya, Kamis (4/9/2025) pagi. Kepada Mentan, Bupati Annisa mengajukan beberapa program pembangunan untuk Kabupaten Dharmasraya, termasuk persoalan-persoalan yang selama ini dikeluhkan petani.
“Pagi ini jam 06.00 pagi, kami berdua dengan Bupati Dharmasraya bisa bertemu Pak Mentan di rumah beliau, mendampingi Buk Bupati. Beliau menyerahkan berbagai program. Alhamdulillah, Pak Menteri memberikan dukungan penuh kepada Kabupaten Dharmasraya,” kata Andre.
Dilanjutkan Annisa beberapa proposal yang diajukan ke Mentan itu antara lain permintaan dryer untuk pertanian. Saat ini kata Annisa, Kabupaten Dharmasraya masih kekurangan dryer.
“Terima kasih, Pak Menteri, atas waktunya. Jam 06.00 pagi, Pak Menteri ini sudah beraktivitas, menerima kami di sini. Tadi kita sudah mengajukan beberapa program, salah satunya termasuk dryer, atau mesin untuk mengurangi kadar air hasil panen. Karena memang belum ada—belum banyak dryer di Dharmasraya,” kata Bupati yang akrab disapa Caca ini.
Selain dryer, Caca juga menyampaikan persoalan harga pupuk subsidi yang masih dikeluhkan petani karena belum sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET)
“Kemudian juga, kemarin saya menerima aspirasi petani terkait harga pupuk yang masih di atas HET. Tadi sudah kita sampaikan juga, langsung ada solusi dari Pak Menteri,” ujar Caca, kader Partai Gerindra.
Selanjutnya, kata Caca, dia juga menyampaikan permohonan kepada Mentan agar membantu pengadaan bibit-bibit tanaman perkebunan, seperti kopi, kakao, dan jagung untuk meningkatkan produksi pertanian.
“Kemudian juga ada beberapa tanaman-tanaman perkebunan, kopi, kakao yang kemarin diminta juga sudah kita sampaikan. Kebutuhan peningkatan produksi jagung kita untuk pangan juga sudah disampaikan. Bahkan langsung dikasih bantuan hibah, tadi ada kambing, ada hand traktor, dan lain-lain,” terang Caca.
Di samping itu, Caca juga menyampaikan keluhan petani terkait harga gabah yang masih rendah. Aspirasi petani itu kemudian disampaikan langsung kepada Bulog yang difasilitasi oleh Mentan.
“Kemudian dari Bulog juga, kemarin ada yang mengeluhkan bahwa gabah kita masih di bawah Rp6.500 per kg. Tadi kita sudah langsung ketemu, ada di Dirut Bulog-nya juga di sini, difasilitasi Pak Menteri,” sebutnya.
Pemkab Dharmasraya katanya, berkomitmen mendukung terwujudnya program swasembada pangan yang digalakkan Presiden RI Prabowo Subianto. Pemkab Dharmasraya kata Caca bertekad membangun Gudang Bulog di Dharmasraya sehingga mendekatkan akses petani menjual gabahnya. “Kita bangun gudang Bulog di Dharmasraya sehingga lebih dekat akses kita ke Bulog, sehingga bisa tercapai harga gabah Rp6.500 per kg,” terangnya.
Caca menyampaikan apresiasinya kepada Mentan yang memberikan dukungan besar terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Dharmasraya. “Jadi sekali lagi terima kasih, Pak Mentan,” pungkas Caca.
Senada dengan Caca, Andre Rosiade juga mengapresiasi perhatian Mentan terhadap Sumatera Barat yang banyak memberikan bantuan untuk pembangunan pertanian sehingga terwujudnya kesejahteraan para petani serta mendukung program pemerintah mewujudkan swasemba pangan.
“Terima kasih, Pak Mentan. Atas bantuannya untuk Provinsi Sumatera Barat, terlebih untuk Kabupaten Dharmasraya,” kata Andre yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan komitmennya untuk membantu pemerintah daerah mewujudkan swasembada pangan dengan memberikan dukungan terhadap sarana dan prasarana pertanian yang dibutuhkan para petani.
Hal ini, katanya, juga sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan pertanian itu kuat dan tidak tergantung dengan negara lain. “Sama-sama (terima kasih juga, ya,” kata Mentan. (rdr)






