PASAMAN

Antisipasi Rabies, Pemkab Pasaman Gratiskan Vaksinasi Hewan Peliharaan

0
×

Antisipasi Rabies, Pemkab Pasaman Gratiskan Vaksinasi Hewan Peliharaan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi vaksin rabies

LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menggencarkan vaksinasi terhadap hewan peliharaan seperti anjing dan kucing sebagai langkah antisipatif mencegah penyebaran rabies di daerah tersebut.

Sekretaris Dinas Pertanian Pasaman, Listiyanto, mengatakan vaksinasi diberikan secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk perhatian serius pemerintah terhadap bahaya rabies.

“Pemkab Pasaman sangat atensi terhadap kasus rabies. Karena itu, vaksinasi kami gencarkan sebagai upaya pencegahan di tengah masyarakat,” ujar Listiyanto di Lubuk Sikaping, Rabu.

Dinas Pertanian telah menyiapkan 1.000 dosis vaksin rabies yang akan diberikan khusus untuk anjing dan kucing.

“Penyuntikan dilakukan oleh tim dokter hewan dari daerah, tanpa dipungut biaya. Target utama kami adalah anjing dan kucing milik warga,” katanya.

Menurutnya, percepatan vaksinasi ini dilakukan sebagai langkah memutus mata rantai penularan rabies, sekaligus menjaga Pasaman tetap bebas dari kasus positif rabies.

“Kami sangat konsen dengan pencegahan rabies. Beragam upaya terus kami lakukan, salah satunya melalui vaksinasi gratis ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pasaman, Maimunah, menyebut hingga Agustus 2025 pihaknya telah merealisasikan seluruh 1.000 dosis yang disiapkan.

“Kami akan terus pantau perkembangan di lapangan. Bila dibutuhkan, vaksin lanjutan akan segera kami siapkan agar Pasaman tetap zero kasus rabies,” katanya.

Maimunah menambahkan, sejauh ini memang belum ditemukan kasus positif rabies di Pasaman. Namun, pihaknya mencatat ada 102 laporan kasus gigitan hewan—kebanyakan oleh anjing.

“Kasus gigitan memang ada, tapi belum ada yang dinyatakan positif rabies secara laboratorium. Umumnya hewan pelaku gigitan tidak ditemukan lagi setelah kejadian,” ujarnya.

Meski demikian, semua korban gigitan langsung ditangani secara medis di puskesmas dengan pemberian vaksin anti-rabies (VAR), sehingga tidak ada kasus yang berkembang hingga ke rumah sakit.

Saat ini terdapat sekitar 5.000 ekor hewan penular rabies (HPR) yang menjadi fokus pengawasan. Kecamatan Dua Koto dan Rao disebut sebagai wilayah rawan dengan sebaran HPR tertinggi.

“Namun hingga kini, belum ada temuan kasus rabies. Ini menunjukkan hasil positif dari vaksinasi dan pengawasan yang kami lakukan,” katanya.

Pihaknya terus melakukan pemantauan rutin, termasuk melalui koordinasi dengan nagari dan kejorongan. Bila ditemukan hewan dengan gejala rabies, penanganan langsung dilakukan.

“Syukurnya, delapan bulan terakhir tidak ada kasus rabies di Pasaman. Ini menunjukkan dampak positif dari upaya vaksinasi dan pengawasan yang terus kami lakukan,” pungkasnya. (rdr/ant)