LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memastikan pasokan beras di wilayah itu aman hingga akhir 2025 dengan proyeksi surplus mencapai 35.604 ton.
“Pasokan beras di Agam mencukupi hingga Desember 2025. Tidak ada kekhawatiran kekurangan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, di Lubukbasung, Minggu (1/9).
Rosva menjelaskan, total kebutuhan beras masyarakat Agam hingga akhir tahun ini diperkirakan sebesar 63.614 ton, sementara ketersediaan mencapai 89.218 ton.
Pada Agustus 2025 saja, ketersediaan beras tercatat sebanyak 27.784 ton, sedangkan kebutuhan hanya 5.380 ton, sehingga terjadi surplus bulanan sebesar 22.403 ton.
Ia menyebut serangan hama wereng coklat dan kondisi kemarau beberapa waktu lalu tidak berdampak signifikan terhadap produksi beras di Agam.
“Pasokan di Agam tetap stabil, meski ada gangguan hama dan cuaca. Yang terdampak justru pasokan ke luar daerah, karena Agam juga menyuplai beras ke Riau, Jambi, dan wilayah lain,” ujarnya.
Agam merupakan salah satu lumbung padi utama di Sumatera Barat, dengan luas panen mencapai 69.117,6 hektare yang tersebar di 16 kecamatan.
Lahan pertanian ini menghasilkan berbagai varietas padi yang menjadi andalan pasokan pangan di wilayah barat Sumatera dan sekitarnya. (rdr/ant)






