JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade resmi menyelenggarakan turnamen sepak bola usia muda bertajuk “Andre Rosiade Cup Jilid 2” di Asiop Training Ground (ATG) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025). Turnamen kedua yang diadakan Andre Rosiade ini dihadiri ribuan orang dari pemain hingga suporter.
“Turnamen ini diikuti oleh 80 tim dari 5 kelompok usia, U-8, U-9, U-10, U-11, dan U-12. Melibatkan 1.120 pemain dan 240 ofisial. Dihadiri oleh 2000-an orangtua pendamping atau suporter,” kata Andre Rosiade yang juga penasihat tim Semen Padang FC.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini menyebut, pendaftaran peserta Andre Rosiade Cup Jilid 2 ini tidak dipungut biaya. Peserta mendapatkan sarapan dan makan siang gratis. Andre Rosiade Cup Jilid 2 ini dibuka langsung oleh Plt Direktur Tekni PSSI, Indra Sjafri. Setiap pertandingannya bisa disaksikan secara langsung melalui www.youtube.com/@AndreRosiadeTV.
Andre berkomitmen menyelenggaran turnamen ini secara rutin. Setelah yang kedua, Andre Rosiade Cup Jilid 3 akan digelar pada Oktober 2025 mendatang. “Jadi adek-adek, ofisial dan pelatih yang ingin hadir, Insyaallah kita adakan lagi Andre Rosiade Cup ketiga. Insyaallah pendafaran gratis, dapat sarapan pagi dan makan siang gratis,” terang Andre.
Kemudian kata Andre, dia juga berencana menggelar Liga Andre Rosiade Cup setelah turnamen Andre Rosiade Cup ini digelar beberapa kali.
“Jadi inilah komitmen kita supaya tidak omon-omon kita mendorong pembinaan usia muda, mendorong kompetisi usia muda. Kalau Andre Rosiade Cup ini sukses, Insyaallah kita adakan sampai 5 kali tahun ini. Tahun depan kita akan adakan liga. Liga Andre Rosiade Cup,” tutur Andre.
Andre yakin dengan rutinnya pembinaan usia muda melalui turnamen dan kompetisi yang berkesinambungan pemain timnas di masa depan akan diisi oleh pemain-pemain muda ini. Sehingga, pemain timnas Indonesia nanti tidak lagi diisi oleh pemain naturalisasi.
“Harapannya, adik-adik ini yang akan menjadi tulang punggung Timnas Indonesia 2034. Tidak lagi diisi oleh pemain naturalisasi, tapi diisi oleh putra-putri terbaik bangsa dari sekolah sepak bola di Indonesia. Inilah komitmen kami untuk mendukung kompetisi usia muda, dan harapannya ke depan ini juga mendorong PSSI serius membenahi kompetisi usia muda,” pungkas Andre.
Sementara itu Indra Sjafri mengapresiasi langkah Andre yang sangat peduli terhadap pembinaan sepakbola sejak usia muda. Ia mendorong turnamen-turnamen seperti ini dapat diperbanyak.
“Terima kasih kepada pak Andre. Mudah-mudahan turnamen ini tidak hanya di Jakarta mungkin di daerah -daerah lain di Indonesia,” katanya.
Indra sangat mendukung anak-anak Indonesia punya cita-cita menjadi pemain Timnas. Namun Indra juga mengingatkan, menjadi pemain sepakbola tidak saja soal hebat bermain bola tapi juga harus rajin sekolah dan beribadah. Untuk menjadi pemain timnas seseorang harus punya sikap yang baik sehingga mampu menjadi contoh bagi pemain-pemain lain.
“Kalian boleh bercita-cita jadi pemain timnas, bagus. Karena 2034 kita melihat anak-anak Indonesia yang mengantarkan Indonesia menuju ke Piala Dunia. Tapi sekolah harus rajin, ibadah harus rajin. Orangtua harus support anak-anak ini, perhatikan pendidikannya, perhatikan ibadahnya, perhatikan makanannya, perhatikan attitude-nya. Sehingga menjadi pemain nasional yang punya akhlak baik dan bisa menjadi pemain-pemain yang bisa jadi contoh untuk yang lain,” tutur pelatih asal Sumbar ini. (rdr)






