PADANG, RADARSUMBAR.COM – Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, kembali menyuarakan kritik keras terhadap I League terkait penetapan jadwal pertandingan BRI Super League 2025/2026.
Menurutnya, jadwal kandang yang diterima Kabau Sirah merugikan suporter karena mayoritas laga digelar sore hari pada hari kerja.
“Senin, 25 Agustus 2025 kami sudah bersurat ke PT. LIB. Permohonan yang sangat fair tanpa mengubah tanggal pertandingan dan tanpa memaksakan siaran live TV Indosiar,” tulis Andre di akun Instagram pribadinya, Senin (25/8/2025).
Andre menyebutkan ada dua poin utama dalam permohonan tersebut. Pertama, pertandingan di hari kerja agar dijadwalkan malam hari, cukup dengan menggeser jam kick-off tanpa mengubah tanggal.
Kedua, apabila dianggap ratingnya rendah, laga tidak perlu ditayangkan di televisi nasional, melainkan cukup melalui live streaming Vidio.
Permintaan resmi itu juga sudah dituangkan dalam surat manajemen Semen Padang FC kepada PT LIB, dengan nomor 364/KRE/KSSP/08.2025 yang ditandatangani Direktur Utama Win Bernadino.
Dalam surat tersebut, klub menegaskan penyesuaian jadwal diajukan demi kenyamanan penonton, peningkatan kualitas penyelenggaraan pertandingan, dan efisiensi operasional.
Sebelumnya, Andre juga sudah menyuarakan keluhan serupa. Ia menilai, jadwal lima laga kandang perdana Semen Padang FC yang dimainkan pada sore hari di hari kerja akan membuat suporter kesulitan hadir di stadion.
“Halo PT. LIB. Tolong kami diberikan jadwal pertandingan kandang di akhir minggu atau main malam di hari kerja, agar suporter kami bisa hadir di stadion.”
“Mohon keadilannya. Tolong Pak Erick Thohir agar ini dicek juga,” tulis Andre dalam unggahan sebelumnya, Jumat (22/8/2025).
Andre bahkan mendesak PT LIB membuka data jumlah suporter yang hadir di stadion serta rating penonton televisi sejak musim lalu hingga pertandingan kedua musim ini.
Menurutnya, transparansi data penting untuk memastikan apakah benar jadwal pertandingan ditentukan berdasarkan rating dan jumlah penonton.
Ia juga menyoroti ketimpangan jatah laga akhir pekan antar klub. Dari jadwal yang beredar, Semen Padang FC hanya mendapat tiga kali jatah laga akhir pekan sepanjang musim, sementara Bali United bisa bermain di akhir pekan hingga 14 kali.
“Kami hanya minta keadilan. Suporter Semen Padang FC juga ingin mendukung langsung timnya di stadion. Jangan sampai atmosfer sepak bola di Sumbar mati hanya karena jadwal yang tidak berpihak,” tegas Andre. (rdr)





