PASAMAN BARAT

BPBD: 22 Kasus Bencana di Pasaman Barat Sepanjang 2025, 4 Meninggal Dunia

0
×

BPBD: 22 Kasus Bencana di Pasaman Barat Sepanjang 2025, 4 Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi mitigasi bencana. (Foto: Ist)
Ilustrasi mitigasi bencana. (Foto: Ist)

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mencatat kerugian akibat bencana alam dan nonalam mencapai lebih dari Rp2 miliar sepanjang Januari hingga Agustus 2025.

“Berbagai bencana tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia, tujuh luka-luka, dan 19 orang selamat,” kata Sekretaris BPBD Pasaman Barat, Gustrizal, di Simpang Empat, Kamis (28/8).

Ia merinci jenis bencana yang terjadi di antaranya:

  • Kebakaran: 7 kasus
  • Kapal tenggelam akibat badai: 1 kasus
  • Orang tenggelam/terseret ombak: 1 kasus
  • Angin kencang/pohon tumbang: 9 kasus
  • Serangan buaya: 2 kasus
  • Serangan hewan buas lainnya: 2 kasus
  • Badai: 2 kasus

Dampak kerusakan yang tercatat meliputi:

  • 8 rumah rusak berat
  • 1 rumah rusak sedang
  • 1 rumah rusak ringan
  • 2 ruas jalan rusak
  • 3 areal perkebunan terdampak

Gustrizal menekankan bahwa Pasaman Barat merupakan wilayah rawan bencana karena memiliki karakter geografis yang beragam, seperti pegunungan, perbukitan, dataran rendah, dan garis pantai.

“Jenis bencana yang paling sering terjadi di daerah ini adalah banjir, longsor, gempa bumi, abrasi, angin kencang, badai, hingga puting beliung,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan, BPBD mengintensifkan penguatan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di seluruh 90 nagari (desa) di wilayah tersebut.

“Sosialisasi dan edukasi akan terus ditingkatkan, khususnya di wilayah pesisir yang sangat rentan terhadap cuaca ekstrem,” tambahnya.

Menanggapi potensi bencana akibat kondisi cuaca ekstrem saat ini, BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap warga di sekitar aliran sungai, serta menyiagakan personel dan peralatan.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Begitu ada laporan banjir, tim langsung diterjunkan ke lapangan,” tutup Gustrizal. (rdr/ant)