PASAMAN BARAT

Pokdarwis Dibenahi, Pemkab Pasaman Barat Siap Dongkrak Kunjungan Wisata

0
×

Pokdarwis Dibenahi, Pemkab Pasaman Barat Siap Dongkrak Kunjungan Wisata

Sebarkan artikel ini
Objek wisata pohon seribu Pantai Sasak Kabupaten Pasaman Barat. (ANTARA/Altas Maulana).

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus mengevaluasi dan membina kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di berbagai lokasi wisata, sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada pengunjung dan mendukung target kunjungan wisatawan tahun 2025.

“Dalam setiap pertemuan dengan Pokdarwis maupun pihak nagari, kami rutin melakukan evaluasi,” ujar Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Afrizal, di Simpang Empat, Minggu (24/8).

Ia berharap dana pembinaan Pokdarwis dapat masuk dalam APBD Perubahan 2025, agar pelatihan dan penguatan kapasitas kelompok bisa dilakukan minimal dua kali dalam setahun.

“Pelatihan terkait kebersihan, kenyamanan pengunjung, hingga peningkatan SDM sangat dibutuhkan untuk menunjang kualitas layanan wisata,” ujarnya.

Afrizal menyebutkan, pada 2024 Pasaman Barat mencatat lebih dari 40 ribu kunjungan wisatawan. Untuk 2025, pemerintah daerah menargetkan 60 ribu kunjungan, dan peran Pokdarwis dinilai sangat penting dalam mewujudkan hal tersebut.

Beberapa Pokdarwis di kawasan wisata seperti Sasak, Sikabau, dan Air Bangis disebut telah siap menjaga kenyamanan wisatawan.

Pasaman Barat memiliki berbagai destinasi wisata pantai yang terus dibenahi, mulai dari Pantai Katiagan, Mandiangin, Muaro Bingung Kinali, hingga Pantai Sasak, Pantai Indah Maligi, dan Pantai Air Bangis.

Pantai Air Bangis di Kecamatan Sungai Beremas, sekitar 70 km dari Simpang Empat, menyuguhkan panorama laut serta aktivitas ekonomi kreatif seperti sulaman benang emas (bonang omeh), pengolahan ikan asin, dan kerajinan batik di Desa Baru.

Sementara Pantai Sasak dan Pantai Indah Maligi di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia menawarkan pemandangan unik seperti hutan pohon seribu dan mahoni di tepi pantai, serta kuliner khas seperti gulai sabo, ikan sobam panggang, dan rendang lokan.

Pantai Maligi juga memiliki potensi sebagai kawasan konservasi lingkungan dan penyu.

Afrizal menegaskan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama. Pengelola wisata akan terus mendapatkan pembinaan agar mampu menciptakan destinasi yang bersih, ramah, dan menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. (rdr/ant)