EKONOMI

Pemerintah Pastikan Operasi Pasar Beras Lindungi Konsumen dari Lonjakan Harga

0
×

Pemerintah Pastikan Operasi Pasar Beras Lindungi Konsumen dari Lonjakan Harga

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman. (dok. Infopublik)
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman. (dok. Infopublik)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan operasi pasar beras bersama Perum Bulog digelar di seluruh Indonesia guna menekan harga sekaligus melindungi konsumen dari lonjakan harga beras.

Pemerintah menggelontorkan 1,3 juta ton beras dalam program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) dengan harga terjangkau, yaitu Rp12.000–Rp12.500 per kilogram, sebagai langkah nyata menjaga stabilitas harga pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Operasi pasar besar-besaran ini sudah menunjukkan hasil positif dengan penurunan harga beras di 13 provinsi. Kami akan terus melanjutkan program ini agar harga beras tetap stabil,” ujar Mentan Amran.

Selain melindungi konsumen, pemerintah juga menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram untuk menjaga kesejahteraan petani. Hal ini tercermin dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).

Stok cadangan beras pemerintah kini mencapai lebih dari 4 juta ton, jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1 juta ton, sehingga ketahanan pangan nasional semakin kuat.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyebutkan realisasi distribusi beras SPHP hingga pekan ketiga Agustus 2025 mencapai 239,5 ribu ton, dengan target total 1,3 juta ton hingga Desember 2025.

Beras SPHP dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) yang disesuaikan berdasarkan zona, dan didistribusikan melalui pasar, koperasi, pemerintah daerah, BUMN, dan instansi pemerintah.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi isu negatif dan menegaskan kebijakan ini demi kepentingan konsumen, petani, dan stabilitas pangan nasional. (rdr/ant)