SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat, terus memperketat pengawasan terhadap kemungkinan peredaran beras oplosan di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan melalui razia rutin dan inspeksi mendadak oleh jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas.
“Hingga saat ini belum ditemukan adanya praktik pengoplosan beras. Namun pengawasan tetap kami lakukan di pasar, pedagang pengumpul, dan swalayan,” ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto di Simpang Empat, Kamis (21/8).
Menurutnya, pengawasan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden melalui Kapolri agar seluruh kapolres di Indonesia melaksanakan operasi pasar guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Kondisi di Pasaman Barat sejauh ini masih aman. Tidak ada kelangkaan beras maupun lonjakan harga yang signifikan,” tambahnya.
Agung menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala. Jika ada laporan dari masyarakat terkait dugaan peredaran beras oplosan, pihaknya akan segera menindaklanjuti.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat memastikan bahwa stok beras di daerah tersebut cukup hingga pekan ketiga Agustus 2025.
“Ketersediaan pangan, termasuk beras, kami pantau setiap pekan. Untuk pekan ini, stok beras mencapai 1.636,56 ton, sementara kebutuhan per minggu hanya sekitar 736,24 ton,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia.
Ekadiana menyebut, pemantauan terhadap potensi beras oplosan juga dilakukan secara sinergis bersama aparat kepolisian. Hingga kini, belum ditemukan indikasi pengoplosan di wilayah tersebut. (rdr/ant)






