NIAS, RADARSUMBAR.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kini dapat dinikmati para siswa atau penerima manfaat di Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.
Kehadiran program nasional ini disambut hangat karena untuk pertama kalinya di daerah kawasan pengunungan tersebut. Peluncuran Kamis kemarin sebanyak 1.948 pelajar dari 14 sekolah di Kecamatan Hiliserangkai terdaftar sebagai penerima manfaat.
Perwakilan Yayasan Pondok Hilizia Permai, Dafati Mendrofa, menyampaikan apresiasi atas kesempatan bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan program strategis tersebut
“Kami bersyukur bisa menjadi bagian untuk melanjutkan program Presiden Prabowo di daerah agraris ini,” ungkap Dafati usai kegiatan.
Antusiasme juga terlihat dari para pelajar yang menerima langsung paket makanan bergizi. Gladwin Mendrofa, siswa SMP Negeri 1 Hiliserangkai, mengaku senang karena akhirnya bisa ikut merasakan manfaat program.
“Selama ini kami hanya melihat dari berita. Sekarang kami juga mendapat paket makanan bergizi dan langsung menikmatinya,” ucapnya penuh sukacita.
Pemerintah Kabupaten Nias menegaskan dukungan penuh terhadap program MBG. Wakil Bupati Nias, Arota Lase, menyebut program tersebut selaras dengan agenda pembangunan daerah untuk menyiapkan Generasi Emas 2045.
“Ini bukan hanya soal gizi anak, tapi juga penguatan ekonomi lokal,” ujar Arota Lase.
Wabup Arota Lase menambahkan, program MBG diyakini akan membantu mengurangi angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan. “Kami melihat ini sebagai investasi jangka panjang demi melahirkan generasi sehat dan cerdas,” tegasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Nias, Sabayuti Gulö, menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak agar distribusi MBG merata hingga ke wilayah pedalaman. “Mari kita berkolaborasi sehingga makanan bergizi ini bisa menjangkau desa-desa terpencil yang belum merasakan manfaatnya,” ajak Sabayuti.
Selain berfokus pada pemenuhan gizi anak, Pemkab Nias menilai kehadiran MBG juga memberi dampak positif terhadap perekonomian, apalagi Kecamatan Hiliserangkai memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan karet, dan hortikultura, yang dinilai bisa menjadi basis ketahanan pangan yang diperkuat melalui program tersebut.
Acara peluncuran berlangsung meriah dengan partisipasi pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat sekitar, bahkan program ini diyakini mampu tekan stunting dan perkuat pangan. (rdr/tanhar)






