LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat terus menggenjot transformasi ekonomi berkelanjutan dengan menekankan pada pengembangan ekonomi hijau, ekonomi biru, dan sektor ekonomi kreatif, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Peningkatan resiliensi lingkungan dan masyarakat menjadi penting melalui kebijakan ekonomi hijau dan biru, yang kami dorong untuk mewujudkan transformasi ekonomi berkelanjutan,” kata Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Agam, Welfizar, di Lubuk Basung, Rabu.
Ia menyebutkan, sejumlah program unggulan telah menjadi wujud konkret dari kebijakan tersebut, seperti Nagari Creative Hub dan Bangkik dari Surau, yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, program Sawah Pokok Murah (SPM) juga telah dijalankan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan warga.
“Seluruh kebijakan dan program ini sudah kami tuangkan dalam dokumen RPJMD Kabupaten Agam 2025–2029,” ujarnya.
Welfizar menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, terutama menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan iklim.
Ia mengakui bahwa sektor pertanian, yang selama ini menjadi penyumbang utama ekonomi masyarakat Agam, mengalami tekanan. Rasio Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian menurun dari 30 persen pada 2019 menjadi 28,26 persen di tahun 2024, antara lain akibat bencana galodo yang melanda Agam tahun lalu.
Tak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka di Agam juga menunjukkan tren fluktuatif. Tercatat sebesar 4,61 persen pada 2020, naik menjadi 4,73 persen pada 2024, dengan persentase tertinggi berasal dari tenaga kerja terdidik. (rdr/ant)






