HIBURAN

Ragadupa Luncurkan Single ‘Di Pinggir Hindia’, Romantisasi Teluk Bayur dan Surat Cinta untuk Kota Padang

0
×

Ragadupa Luncurkan Single ‘Di Pinggir Hindia’, Romantisasi Teluk Bayur dan Surat Cinta untuk Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Ragadupa saat tampil di iven A-Mild beberapa waktu lalu. (dok. istimewa)
Ragadupa saat tampil di iven A-Mild beberapa waktu lalu. (dok. istimewa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM — Ragadupa, musisi yang tengah naik daun di Kota Padang akan menggelar Showcase Musik, sebuah persembahan isitimewa bertajuk “Di Pinggir Hindia”.

Iven ini sendiri akan digelar pada 29 Agustus 2025 mendatang yang bertempat di Gedung Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Lantai V.

Showcase ini akan dimulai sore hari menjelang matahari terbenam dan merangkul suasana romantis yang berpadu dengan elemen sejarah serta seni pertunjukan lintas disiplin.

Lagu ‘Di Pinggir Hindia’ dibuat untuk menjawab kegelisahan sedikitnya bahkan nyaris tidak ada lagu dari musisi Sumatera Barat terbaru yang berbahasa Indonesia tentang romantisasi Kota Padang.

Tidak seperti lagu-lagu dari musisi di kota lain, sebut saja dari penggambaran Yogyakarta di lagu ‘Sesuatu di Jogja’ karya Adhitia Sofyan, pengungkapan Bandung dari lagu ‘Dan Bandung’ karya Pidi Baiq.

Ragadupa sebagai musisi yang tumbuh di Kota Padang juga ingin menghadirkan nuansa serupa untuk Padang, kota yang juga memiliki lapisan romantika dan narasi historis yang tak kalah indah.

Selain itu, Ragadupa juga terpantik dari lagu popular Ernie Johan “Teluk Bayur” yang sering dinyanyikan almarhumah ibunya tercinta di usia muda.

‘Di Pinggir Hindia’ bukan sekadar pertunjukan musik, dia adalah upaya menghidupkan kembali cerita Teluk Bayur sebagai bagian dari identitas budaya Padang.

Sekaligus, menjadikannya relevan untuk generasi muda, khususnya Generasi Z serta sebuah pelabuhan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan masa lalu Kota Padang.

Dalam showcase ini, penonton akan diajak menikmati karya musik baru dengan pendekatan Teluk Bayur dalam goresan lirik Boy Candra (penulis novel muda asal Sumbar) dan Ragadupa.

Lagu dengan nada yang penuh kehangatan dan penuh emosional ini diaransemen dengan gabungan instrumen musik modern dan tradisi oleh Tim Ragadupa (Gelvi, Hendrik, Tio, Tahmid, Ocoy, Aca).

Yang kemudian dibalut dengan pertunjukan visual dari aktor teater dari Komunitas Payung Sumatera dan  harmoni suara pengiring yang dipersembahkan oleh Andalaswara Choir.

Perpaduan ini diharapkan mampu membawa penonton masuk dalam pengalaman multisensory-menyentuh, menggetarkan, dan membekas.

“Harapan saya, lagu dan pertunjukan ini bisa menjadi ruang kolektif untuk mengingat, merayakan, dan mencintai Kota Padang, bukan hanya sebagai kota kelahiran, tapi sebagai ruang yang penuh cerita.”

“Saya ingin saat ini Teluk Bayur dilihat bukan lagi sekadar Pelabuhan barang atau muatan kapal saja, tapi sebagai simbol romansa dan sejarah serta kebanggaan warga kota ini,” ungkap sang musisi.

Dengan latar senja dan gunung padang sebagai panggung utama, pertunjukan ini akan menjadi pengalaman yang tidak hanya menyentuh sisi emosional, namun juga membangun kedekatan lintas generasi terhadap sejarah lokal.

Acara ini terbuka untuk umum karena didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian dan Kebudayaan Wilayah III Provinsi Sumatera Barat dan akan dilaksanakan secara terbatas demi menjaga suasana intim.

Informasi lebih lanjut mengenai lokasi dan akses masuk bisa melalui kanal media sosial resmi sang musisi dalam waktu dekat. (rdr)