PADANG, RADARSUMBAR.COM – Warga kawasan persawahan Maransi, Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan cara unik, yaitu gotong royong menangkap tikus sawah, Minggu (17/8/2025).
Kegiatan yang dikenal dengan istilah lokal “mancakau mancik” ini digelar sejak pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, dan bertujuan mengendalikan hama tikus yang merusak tanaman petani sekaligus menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan RI.
Aksi ini diprakarsai oleh Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) Sumatera Barat, dan melibatkan petani se-Kota Padang serta anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Padang.
Koordinator GEMPITA Sumbar, Nurkhalis, mengatakan kegiatan ini juga berkaitan dengan program benih mandiri dari pemerintah yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Sebelum benih ditanam, area persawahan harus dikendalikan dari hama, terutama tikus, karena bisa berdampak pada kualitas buah dan hasil panen,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KTNA Kecamatan Nanggalo, Saiful Amri, menyebut saat ini para petani masih mengendalikan hama secara manual karena belum memiliki alat khusus.
“Hama tikus kami buru langsung di lapangan. Belum ada alat otomatis atau sistem pengendalian hama modern di sini,” katanya.
Ia juga mengungkapkan kendala pascapanen yang masih dihadapi petani, terutama karena keterbatasan alat dan mesin pertanian (Alsintan).
“Kami berharap ada bantuan alat panen seperti combine harvester, karena saat ini proses panen masih dilakukan secara manual,” harap Saiful. (rdr/ant)






