LIGA 1

Dibully Netizen Soal Stadion GHAS, Andre Rosiade: Tidak Ada Klub di Indonesia yang Punya Stadion Sendiri

0
×

Dibully Netizen Soal Stadion GHAS, Andre Rosiade: Tidak Ada Klub di Indonesia yang Punya Stadion Sendiri

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi VI DPR yang juga Ketum IKM, Andre Rosiade. (Foto: Ist)

BOLA, RADARSUMBAR.COM–Anggota DPR RI, Andre Rosiade, menanggapi kritik dan bully netizen terkait kondisi Stadion GOR Haji Agus Salim (GHAS) Padang yang menjadi markas Semen Padang FC.

Melalui akun Instagram pribadinya, Andre menegaskan bahwa tidak ada klub di Indonesia yang memiliki stadion sendiri.

“Untuk suporter yang membully stadion, untuk diketahui, di Republik Indonesia ini tidak ada klub yang memiliki stadion. Semua stadion dibangun oleh pemerintah pusat atau daerah,” tulis Andre dalam unggahannya, Jumat (15/8/2025).

Andre menjelaskan, Stadion GHAS merupakan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dibangun sejak tahun 1980. Sejak berdiri, stadion tersebut belum pernah direnovasi oleh pemerintah.

Agar lolos verifikasi PT Liga Indonesia Baru (LIB), manajemen Semen Padang FC bahkan harus mengeluarkan biaya miliaran rupiah untuk perbaikan sementara.

Sebagai wakil rakyat dari Sumbar, Andre mengaku telah memperjuangkan agar stadion tersebut masuk program renovasi pemerintah pusat.

“Alhamdulillah perjuangan saya berhasil, dan Desember ini akan direnovasi oleh pemerintah pusat,” tegasnya.

Unggahan Andre ini langsung ramai dikomentari warganet. Sebagian menanyakan kepastian jadwal renovasi rampung, sebagian lain menyoroti di mana Semen Padang FC akan bermarkas selama stadion diperbaiki. Namun tidak sedikit pula yang memberikan dukungan.

“Maju terus Pak Andre,” tulis akun mantan pemain Semen Padang, Randy Satria.“Kasih paham Pak Andre,” sahut akun lain.

Sebelumnya, kondisi Stadion GHAS memang ramai jadi bahan bully netizen di media sosial, terutama setelah laga Semen Padang FC melawan Dewa United, Jumat malam lalu.

Banyak yang menyoroti fasilitas stadion, termasuk ruang ganti pemain, yang dinilai kurang layak untuk pertandingan kasta tertinggi sepakbola nasional. (rdr)