SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, hingga pertengahan Agustus 2025 telah melayani Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk 34.964 warga, atau sekitar 11,7 persen dari target sasaran sebanyak 296.843 orang.
“Program ini dimulai sejak pertengahan Februari 2025. Realisasi saat ini masih jauh dari target, namun kami terus memacu pelaksanaannya, termasuk dengan menyasar pelajar,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Ike Efrinayanti, di Simpang Empat, Kamis (14/8/2025).
Ia mengatakan, seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga bidan desa, dilibatkan aktif dalam pelaksanaan program.
“Saat ini tim kesehatan terus bergerak di lapangan. Cek kesehatan untuk siswa juga sedang berjalan di sejumlah sekolah,” tambahnya.
Program CKG merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk menyediakan akses layanan kesehatan preventif secara gratis kepada seluruh lapisan masyarakat, dari bayi hingga lansia.
“Tujuannya adalah untuk deteksi dini penyakit dan faktor risiko agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” kata Ike.
Pemeriksaan untuk pelajar mencakup skrining kesehatan umum serta deteksi dini risiko penyakit kronis seperti jantung, stroke, dan kanker. Jika ditemukan indikasi penyakit, puskesmas akan memberikan rujukan ke rumah sakit.
“Layanan ini gratis. Jika pasien tidak memiliki jaminan kesehatan, maka akan didorong untuk segera mendaftar ke program JKN,” ujarnya.
Ike menjelaskan, program CKG bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko agar masyarakat tetap sehat, mendeteksi kondisi pra-penyakit untuk mencegah berkembangnya penyakit dan menemukan penyakit lebih awal agar komplikasi dan risiko kematian bisa dicegah.
“Pemeriksaan dilakukan setiap hari kerja di fasilitas kesehatan tanpa pembatasan jumlah peserta,” tutupnya. (rdr/ant)






