BERITA

Pastikan Perlindungan Anak di Ruang Digital, Pemerintah Minta Roblox Perbaiki Sistem

1
×

Pastikan Perlindungan Anak di Ruang Digital, Pemerintah Minta Roblox Perbaiki Sistem

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid momentum peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Jakarta Timur, Kamis (24/7/2025) mengatakan dalam regulasi PP Tunas, setiap platform digital memiliki klasifikasi batas usia anak yang berbeda-beda sesuai tingkat risikonya. (Foto: Amiriyandi/InfoPublik/Ditjen KPM)
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: Amiriyandi/InfoPublik/Ditjen KPM)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta pengembang gim Roblox untuk segera melakukan perbaikan sistem di platformnya guna menyesuaikan dengan regulasi perlindungan anak yang berlaku di Indonesia.

“Kami menekankan pentingnya menghormati dan menjalankan aturan perlindungan anak yang berlaku di sini,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid usai pertemuan dengan perwakilan Roblox Asia Pacific di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Meutya menyampaikan bahwa belakangan ini muncul kekhawatiran dari orang tua dan pendidik mengenai konten tidak layak serta interaksi bebas di dalam gim tersebut. Bahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sempat mengimbau agar siswa tidak bermain Roblox.

Sebagai respons, Kemkomdigi meminta Roblox—yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat dan sudah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sejak 2022—untuk membatasi akses komunikasi antar pengguna anak-anak, menyaring konten yang dibuat pengguna (user-generated content) yang bersifat vulgar, dan memperjelas fitur kontrol orang tua (parental control).

“Pembenahan ini bertujuan memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari konten dan interaksi digital yang berpotensi membahayakan,” jelas Menkomdigi.

Meutya berharap Roblox dapat menjadi contoh bagaimana platform digital bisa mengutamakan keselamatan pengguna muda, serta turut membangun ekosistem internet yang aman dan produktif di Indonesia.

“Kami akan memberikan waktu bagi Roblox untuk melakukan pembenahan, dan akan mengevaluasinya secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional,” tutupnya. (rdr)