LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, telah membentuk tim koordinasi dan fasilitasi guna mendukung kelancaran program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.
Bupati Pasaman Welly Suhery menjelaskan, tim tersebut dibentuk sebagai langkah pengamanan dan pengawasan pelaksanaan program MBG. Tim yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Pasaman nomor 188.45/128/BUP-PAS/2025 ini terdiri dari tim pengarah dan tim teknis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di daerah.
Tim pengarah diketuai langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati, serta diisi oleh Kapolres, Kajari, Dandim, Ketua Pengadilan, dan jajaran Forkopimda lainnya. Sementara tim teknis dipimpin Sekretaris Daerah bersama jajaran SKPD terkait.
Welly menambahkan bahwa pihaknya bersama tim rutin menggelar rapat evaluasi untuk mengawasi perkembangan program MBG agar berjalan sesuai target.
“Program MBG bukan hanya soal memberikan makanan, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Gizi yang baik menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak secara fisik dan kognitif, sehingga mereka lebih sehat dan siap belajar,” ujar Welly.
Meski saat ini program baru melayani pelajar, Welly mengakui ada sejumlah tantangan, seperti distribusi makanan, keterlibatan sekolah, serta pengawasan kualitas dan gizi makanan. Oleh karena itu, koordinasi dan evaluasi secara berkala sangat penting.
Potensi penerima manfaat MBG di Pasaman mencapai 101.858 jiwa, terdiri dari 74.518 siswa, serta 27.340 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang tersebar di 12 kecamatan dan 62 nagari.
Dengan asumsi satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengelola 3.000 penerima manfaat, Pasaman membutuhkan 34 unit SPPG. Saat ini baru berjalan satu unit SPPG di Pauh Lubuk Sikaping yang menyediakan 3.313 porsi MBG untuk siswa setempat. (rdr/ant)






