PASAMAN

Dua Dapur MBG Baru Dibangun di Lubuk Sikaping, Targetkan Perluas Layanan Gizi

2
×

Dua Dapur MBG Baru Dibangun di Lubuk Sikaping, Targetkan Perluas Layanan Gizi

Sebarkan artikel ini
Salah satu menu makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dasar. Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan penundaan MBG di Kota Bukittinggi dari rencana awak yang telah ditetapkan diselenggarakan pada Senin (13/1). (Antara/HO-Dokumen Pribadi)
Salah satu menu makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dasar.(Antara/HO-Dokumen Pribadi)

LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyelesaikan pembangunan dua unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Kepala SPPG Pauh Lubuk Sikaping, Danar Adi Laksono, mengatakan dua dapur baru tersebut berlokasi di Nagari Tanjung Beringin dan Nagari Tanjung Alai.

“Saat ini sedang dirampungkan dua dapur MBG baru untuk memperluas cakupan penerima manfaat di Lubuk Sikaping,” ujar Danar, Selasa (12/8).

Setiap pembangunan dapur MBG, lanjut Danar, wajib melalui proses verifikasi langsung oleh BGN untuk memastikan kelayakan fasilitas dan bangunan.

Saat ini, Lubuk Sikaping baru memiliki satu unit dapur MBG aktif yang dikelola oleh Yayasan Mapalus Alumni SMANTO 171 Tondano, yang melayani 3.313 siswa dari 11 sekolah.

“Dengan potensi penerima manfaat yang cukup besar, setidaknya diperlukan empat dapur MBG di Lubuk Sikaping. Saat ini baru satu yang berjalan, jadi kita butuh tiga lagi,” jelasnya.

Dua dapur baru ditargetkan dapat beroperasi pada akhir bulan ini, sehingga program MBG bisa menjangkau lebih banyak warga.

Selain memperluas layanan, Danar menegaskan bahwa seluruh kebutuhan bahan pokok untuk dapur MBG bersumber dari produk lokal.

“Itu merupakan arahan langsung dari BGN agar program ini juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Diketahui, total potensi penerima manfaat program MBG di Kabupaten Pasaman mencapai 101.858 jiwa, yang terdiri dari 74.518 siswa dari 12 kecamatan dan 62 nagari, serta 27.340 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita

Dengan asumsi satu SPPG mampu melayani 3.000 penerima manfaat, maka dibutuhkan sekitar 34 unit SPPG di seluruh wilayah Pasaman. (rdr/ant)