JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin tengah mengupayakan agar kurikulum kesehatan dasar dimasukkan sebagai pelajaran wajib di setiap satuan pendidikan. Ia mengaku sedang membujuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk merealisasikan hal tersebut.
“Kita sedang membujuk Pak Mendikdasmen agar menjadikannya kurikulum wajib,” kata Menkes Budi saat berkunjung ke Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (11/8).
Menkes menjelaskan, kurikulum kesehatan dasar ini bertujuan membentuk kesadaran hidup sehat sejak dini. Materinya meliputi cara menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi, penanganan luka ringan, pentingnya menjaga kebersihan, serta bahaya asap rokok.
“Anak-anak juga diajarkan menegur orang tua perokok dengan penjelasan tentang bahaya rokok bagi kesehatan,” jelas Budi.
Menurutnya, upaya edukasi sejak dini jauh lebih efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat ketimbang hanya mengandalkan pengobatan (kuratif).
Kurikulum ini sebenarnya telah mulai dijalankan sejak 2023, saat Kemenkes bekerja sama dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Kini, Kemenkes ingin memperluasnya agar menjadi bagian tetap dalam sistem pendidikan nasional.
Budi mencontohkan keberhasilan Singapura dalam menerapkan pendekatan preventif. Negara tersebut memiliki harapan hidup 84 tahun, lebih tinggi dari Amerika Serikat yang hanya 79 tahun—meski AS mengeluarkan biaya kesehatan yang lebih besar.
“Singapura berhasil membangun budaya hidup sehat lewat edukasi, bukan semata-mata perawatan rumah sakit,” ujarnya.
Ia juga mendorong Dinas Kesehatan di seluruh daerah untuk lebih aktif melakukan sosialisasi gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit. (rdr/ant)






