PASAMAN BARAT

Pemkab Pasaman Barat Dorong Akses Kesehatan Merata lewat Posyandu Terintegrasi

0
×

Pemkab Pasaman Barat Dorong Akses Kesehatan Merata lewat Posyandu Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi cek kesehatan gratis. (Foto: freepick)
Ilustrasi layanan kesehatan. (Foto: freepick)

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, melalui Puskesmas IV Koto Kinali, menggandeng Poltekkes Kementerian Kesehatan Padang untuk menggelar pelayanan posyandu terintegrasi di daerah terpencil, tepatnya di Nagari Katiagan, Kecamatan Kinali, Senin (11/8).

Kepala Puskesmas IV Koto Kinali, Ardiyan, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya mendekatkan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat pedesaan, khususnya ibu hamil, balita, dan kader posyandu.

“Ini bentuk komitmen kami memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh, bahkan hingga ke daerah terpencil, dengan mendatangkan langsung tenaga medis dan dokter,” ujarnya.

Layanan yang diberikan meliputi:

  • Penimbangan bayi dan balita
  • Pemeriksaan kehamilan (ANC), USG, dan konseling gizi
  • Pemberian vitamin A dan obat cacing
  • Pemeriksaan gigi dan mulut
  • Kelas ibu hamil dan senam ibu hamil
  • Pelatihan kader posyandu dengan sistem lima meja

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Tercatat 30 balita dan 11 ibu hamil mengikuti seluruh rangkaian pelayanan.

“Posyandu adalah ujung tombak layanan kesehatan masyarakat. Kita akan terus tingkatkan cakupan dan kualitasnya,” ujar Ardiyan.

Dosen Poltekkes Kemenkes Padang, John Amos, menilai integrasi layanan primer di posyandu ini sudah cukup baik. Namun, ia menekankan perlunya penguatan kapasitas kader dalam penyuluhan tumbuh kembang anak dan gizi.

“Perlu peningkatan keterampilan kader, terutama dalam memberikan edukasi ASI eksklusif, MPASI, serta pemantauan tumbuh kembang,” jelasnya.

Dokter Dadang Sugeri, yang turut serta dalam pelayanan tersebut, menambahkan pentingnya pemeriksaan USG bagi ibu hamil.

“Dengan USG, kita bisa memantau kondisi janin dan kesehatan ibu sejak dini. Ini sangat penting untuk mencegah risiko kehamilan dan memastikan tumbuh kembang janin optimal,” katanya. (rdr/ant)