BERITA

Setelah 25 Tahun Kosong, Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo jadi Wakil Panglima TNI

0
×

Setelah 25 Tahun Kosong, Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo jadi Wakil Panglima TNI

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt.)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang digelar di Pusdiklatpassus Kopassus TNI AD, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025).

Pelantikan ini menjadi momen bersejarah karena Jenderal Tandyo merupakan perwira tinggi bintang empat pertama yang mengisi jabatan Wakil Panglima TNI setelah posisi tersebut kosong selama lebih dari dua dekade.

Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo menyematkan pangkat kehormatan kepada Letjen Tandyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad). Jabatan Wakil Panglima ini kembali diaktifkan menyusul perubahan struktur TNI melalui Perpres No. 84 Tahun 2025.

Jenderal Tandyo lahir di Surakarta, 21 Februari 1969, dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991 dari kecabangan Infanteri (Kostrad). Ia dikenal memiliki karier militer yang cemerlang, baik di lingkungan TNI AD maupun di Kementerian Pertahanan.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menekankan bahwa pembenahan struktur organisasi TNI merupakan bagian dari upaya modernisasi dan penguatan sistem pertahanan nasional. Salah satu langkah konkret adalah pengaktifan kembali posisi Wakil Panglima TNI, serta pelantikan sejumlah pimpinan pasukan elite dan pembentukan organisasi baru di tiga matra TNI.

Beberapa pejabat tinggi yang turut dikukuhkan oleh Presiden Prabowo antara lain:

  • Letjen TNI Djon Afriandi sebagai Panglima Kopassus
  • Letjen TNI (Mar) Endi Supardi sebagai Panglima Korps Marinir
  • Marsdya TNI Deny Muis sebagai Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat
  • Marsdya TNI Andyawan Martono Putra sebagai Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas)

Dalam momen yang sama, Presiden juga meresmikan pembentukan struktur baru pertahanan, antara lain:

  • 6 Komando Daerah Militer (Kodam)
  • 14 Komando Daerah Angkatan Laut (Kodal)
  • 3 Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau)
  • 1 Komando Operasi Udara
  • 6 Grup Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
  • 20 Brigade Teritorial Pembangunan
  • 1 Brigade Infanteri Marinir
  • 1 Resimen Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat)
  • 100 Batalyon Teritorial Pembangunan
  • 5 Batalyon Infanteri Marinir
  • 5 Batalyon Komando Kopasgat

Prosesi peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden, dilanjutkan penembakan meriam sebagai simbol pengukuhan kekuatan baru TNI di era kepemimpinan nasional yang baru. (rdr/ant)