EKONOMI

Produksi Beras Naik 13,5%, Prabowo Pastikan Ketahanan Pangan Aman

0
×

Produksi Beras Naik 13,5%, Prabowo Pastikan Ketahanan Pangan Aman

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym/aa.

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kondisi produksi pangan nasional saat ini dalam posisi aman dan kuat. Ia menyebutkan cadangan pangan pemerintah telah mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Alhamdulillah, arah kita di bidang pangan cukup berhasil. Cadangan pangan pemerintah sekarang terbesar sepanjang sejarah. Nilai tukar petani juga meningkat,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip Sabtu (9/8/2025).

Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras menjaga stabilitas pangan nasional. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor, termasuk transisi kepemimpinan yang baik dari Presiden Joko Widodo serta kerja sama antara kementerian dan lembaga negara.

“Ini hasil teamwork. Menteri Pertanian dibantu oleh menteri-menteri lain, didukung TNI, Polri, Kejaksaan, serta Kementerian Keuangan. Karena dalam ekonomi, kita juga berhadapan dengan pihak-pihak yang punya agenda berbeda dari kita,” jelasnya.

Prabowo menekankan bahwa ketahanan dan produksi pangan merupakan isu strategis untuk kedaulatan bangsa.

“Saya tidak percaya ada bangsa yang benar-benar merdeka kalau tidak bisa memproduksi pangannya sendiri. Kalau kita bisa amankan pangan, kita bisa jamin rakyat makan setiap hari,” tegas Presiden.

Ia juga memperingatkan ancaman dari aktor-aktor ekonomi yang hanya mengejar keuntungan pribadi dan berpotensi merugikan negara.

“Ada pihak yang ingin rakyat terus dimiskinkan agar bisa mengisap kekayaan kita. Tapi kita tidak bisa dibohongi lagi,” katanya menegaskan.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa total produksi beras nasional dari Januari hingga Juni 2025 mencapai 19,16 juta ton, naik 13,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada triwulan III, potensi produksi diperkirakan mencapai 9,08 juta ton atau naik 11,17 persen year-on-year.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pernyataan terpisah menyampaikan bahwa sektor pertanian telah membuktikan perannya sebagai penopang utama ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Pertanian menyumbang 13,83 persen terhadap PDB nasional, menjadikannya sektor kedua terbesar setelah industri pengolahan,” jelas Amran.

Data BPS juga mencatat bahwa pada triwulan II-2025, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni 13,53 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai tambah sektor ini naik dari Rp361,5 triliun menjadi Rp410,4 triliun.

“Di bawah arahan Presiden Prabowo, kebijakan pertanian difokuskan pada kemandirian pangan, keberpihakan terhadap petani, serta implementasi langsung di lapangan,” pungkasnya. (rdr)