BERITA

Dukung Produk Lokal, Afiliator Muda Desa Siap Dilatih Kemenparekraf

0
×

Dukung Produk Lokal, Afiliator Muda Desa Siap Dilatih Kemenparekraf

Sebarkan artikel ini
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan melatih afiliator muda di desa-desa seluruh Indonesia untuk mempromosikan produk ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

“Salah satu potensi kolaborasi yang sedang kami dorong adalah pelatihan bagi afiliator muda di berbagai desa untuk membantu menjual dan mempromosikan produk kreatif desa,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Teuku Riefky Harsya, saat kunjungan kerja ke Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu.

Ia menjelaskan, pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf dan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka mendukung pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, para afiliator dan konten kreator merupakan individu dengan potensi besar untuk membantu promosi produk-produk lokal di era digital. Di sisi lain, profesi ini juga menjanjikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Pada kesempatan itu, Teuku Riefky menyebutkan bahwa Kemenparekraf dan Kementerian Koperasi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait percepatan program Koperasi Desa Merah Putih.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat gerakan koperasi berbasis desa, khususnya di Sumatera Barat, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyoroti masalah permodalan yang sering dihadapi pelaku ekonomi kreatif. Kemenparekraf, kata dia, berkomitmen mencarikan solusi, termasuk membuka akses pendanaan melalui berbagai skema.

“Pemerintah pusat dan daerah harus hadir memberikan akses permodalan bagi pelaku ekonomi kreatif,” tegasnya.

Menurut dia, akses pendanaan bisa berbentuk bantuan hibah, pinjaman melalui bank Himbara, investasi, hingga business matching.

“Kami terus aktif mencari saluran pembiayaan agar pelaku ekonomi kreatif tetap bisa berkembang,” pungkasnya. (rdr/ant)