AGAM

Satpol PP Damkar Agam Catat Kerugian Rp4 Miliar Lebih dalam 216 Hari Akibat Kebakaran

0
×

Satpol PP Damkar Agam Catat Kerugian Rp4 Miliar Lebih dalam 216 Hari Akibat Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Kebakaran lahan di Agam. (Antara/Al Fatah)
Kebakaran lahan di Agam. (Antara/Al Fatah)

AGAM, RADARSUMBAR.COM – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadaman Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Agam mencatat kerugian kebakaran melanda daerah itu mencapai Rp4,68 miliar selama 216 hari dari Januari sampai 4 Agustus 2025.

“Kebakaran itu terdiri dari rumah, kebun kelapa sawit, kendaraan dan lainnya yang terjadi dari Januari sampai 4 Agustus 2025,” kata Kepala Bidang Damkar Satpol PP Damkar Agam Eki Marlinda di Lubuk Basung, Kamis

Ia mengatakan kerugian Rp4,68 miliar itu berasal dari 113 kejadian kebakaran dengan rincian Januari sebanyak lima kejadian, Februari 11 kejadian, Maret lima kejadian, April lima kejadian, Mei 11 kejadian, Juni 28 kejadian, Juli 46 kejadian dan Agustus dua kejadian.

Kebakaran itu tersebar di 15 kecamatan yakni, Kecamatan Lubuk Basung 19 kejadian, Baso 11 kejadian, Banuhampu 12 kejadian, Ampek Angkek 15 kejadian, Tilatang Kamang 13 kejadian, Tanjung Mutiara enam kejadian, Canduang tiga kejadian, Tanjung Raya lima kejadian, Ampek Koto delapan kejadian, Palembayan tiga kejadian, Sungai Pua tujuh kejadian, Ampek Nagari tiga kejadian, Kamang Magek satu kejadian, Malalak satu kejadian dan Matur satu kejadian.

“Kebakaran terbanyak terjadi selama Juli, karena cuaca sangat panas melanda daerah itu. Kebakaran terjadi di 15 dari 16 kecamatan dan Kecamatan Palupuh tidak ada kasus kebakaran,” katanya.

Ia mengakui kebakaran itu juga mengakibatkan dua warga meninggal dunia setelah mengalami luka bakar dan tiga orang mengalami luka-luka.

Damkar Agam merespon kebakaran sekitar dua menit sampai ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga dan terlama sekitar 45 menit .

“Lama merespon sesuai dengan jarak tempuh dari posko dengan lokasi dan apabila mendapat laporan langsung kita kerahkan anggota sesegera mungkin,” katanya.

Ia menambahkan pada 2024 kerugian kebakaran di Agam mencapai Rp19,50 miliar dengan 123 kejadian kebakaran. Korban meninggal dunia dua orang dan tujuh orang mengalami luka-luka.

Untuk mengantisipasi kebakaran, Damkar Agam menggencarkan sosialisasi ke masyarakat agar menjauhkan bahan mudah terbakar dengan api, mematikan kompor saat meninggalkan rumah dan lainnya.

Setelah itu menyampaikan surat imbauan Bupati Agam tidak membakar sisa perambahan lahan, membakar sampah dan lainnya.

“Surat imbauan yang ditandatangani langsung bupati, kita sampaikan melalui wali nagari dan camat. Surat imbauan itu keluar setelah cuaca cukup panas, sehingga api mudah menyalar ke lokasi lain yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan,” katanya. (rdr/ant)